Pramono Targetkan Bank Jakarta dan PAM Jaya IPO pada 2027

Pramono Targetkan Bank Jakarta dan PAM Jaya IPO pada 2027
Gubernur Jakarta Pramono Anung (Sumber : NET)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan dua BUMD milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2027. Langkah strategis ini diambil agar beban APBD DKI Jakarta dapat berkurang.

Sebelumnya, Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada 2027. Skema penerbitan obligasi daerah tersebut telah memperoleh persetujuan prinsip dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Rencana obligasi daerah tersebut kini menjadi pokok bahasan dalam penyusunan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 di DPRD DKI Jakarta. Perolehan dana dari obligasi akan dialokasikan untuk pembangunan layanan publik, seperti proyek LRT Manggarai-Dukuh Atas, RSUD, hingga unit sekolah.

Pramono menambahkan bahwa berbarengan dengan penerbitan obligasi tersebut, Pemprov DKI juga siap membawa dua perusahaan daerahnya melantai di pasar modal.

"Sehingga di 2027 ini kalau obligasi bisa berjalan dengan baik, mudah-mudahan untuk IPO dua BUMD yang ada, sebelumnya masih dikontrol Pemda dan juga oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta yang berkaitan dengan air dan bank," kata Pramono dalam sambutannya di acara Capacity Building tentang Penerbitan Obligasi pada Selasa (21/7/2026), di The Tribrata, Hotel & Convention Center Darmawangsa Jakarta sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia meyakini jika skema penerbitan obligasi dan IPO dapat berjalan mulus, kondisi APBD DKI Jakarta akan menjadi jauh lebih sehat.

"Kalau itu bisa dilakukan, saya yakin akan sehat sekali APBD kami. Sehingga bisa membangun Jakarta tidak semata-mata dengan APBD," tutur Pramono sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Adapun dua BUMD Pemprov DKI Jakarta yang diproyeksikan IPO pada 2027 tersebut adalah BPD Bank Jakarta serta PAM Jaya.

Terkait dengan langkah Bank Jakarta menuju bursa, Pramono menegaskan pentingnya pembentukan corporate culture yang solid di tubuh perusahaan.

"Budaya kerja tersebut harus hidup dan menjadi bagian dari identitas perusahaan, salah satunya tercermin dari ketepatan waktu,” kata Pramono dalam keterangannya dikutip Bisnis pada awal tahun ini (26/1/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia juga menekankan agar Bank Jakarta dikelola secara independen serta profesional saat memberikan pelayanan kepada warga. Seluruh jajaran perusahaan diwajibkan menjalankan nilai-nilai corporate culture yang sudah ditetapkan.

Lebih lanjut, transparansi dan tingkat kepercayaan masyarakat menjadi syarat mutlak dalam pengelolaan bank daerah. Ia berharap Bank Jakarta mampu bertransformasi menjadi BUMD perbankan yang sehat, profesional, dan memiliki daya saing tinggi.

Sementara itu, saat agenda peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya di Pejompongan, Jakarta Pusat, awal tahun ini, Pramono turut mendorong rencana IPO PAM Jaya sebesar 30 persen pada 2027. Melalui IPO, perusahaan diharapkan dapat beroperasi secara lebih akuntabel dan efisien dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Jakarta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index