IHSG Parkir di Level 6.315 Usai Menguat 9 Hari Beruntun

IHSG Parkir di Level 6.315 Usai Menguat 9 Hari Beruntun
Ilustrasi saham (sumber foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Sesi I hari ini di zona merah. Setelah sempat menguat selama sembilan hari beruntun, indeks akhirnya mengalami koreksi.

Pada Rabu (22/7/2026), IHSG menyelesaikan Sesi I pada level 6.315,55. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,39% jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya.

Koreksi tersebut akhirnya terjadi usai IHSG mencatatkan penguatan tanpa henti selama sembilan hari berturut-turut. Sepanjang kurun waktu sembilan hari itu, indeks sempat melonjak hampir 8%.

“Momentum bullish masih terjaga, tetapi setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir, risiko profit taking jangka pendek tetap perlu diwaspadai,” sebut riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sejumlah saham yang tercatat menjadi penopang utama (top movers) IHSG hingga pertengahan hari ini antara lain:

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memberikan kontribusi sebesar 8,95 poin.

PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) memberikan kontribusi sebesar 5,69 poin.

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) memberikan kontribusi sebesar 3,08 poin.

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memberikan kontribusi sebesar 2,78 poin.

PT Astra International Tbk (ASII) Tbk memberikan kontribusi sebesar 2,05 poin.

Di sisi lain, jajaran saham yang menjadi penekan utama (top laggards) meliputi:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengikis sebanyak 8,87 poin.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengikis sebanyak 5,57 poin.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengikis sebanyak 4,66 poin.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengikis sebanyak 4,4 poin.

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mengikis sebanyak 4,23 poin.

Pergerakan indeks saham utama di kawasan Asia terpantau bervariasi (mixed). Selain IHSG, pelemahan juga dialami oleh indeks Sensex (India), SETI (Thailand), KLCI (Malaysia), Hang Seng (Hong Kong), dan PSEI (Filipina).

Sementara itu, indeks yang berhasil bertahan di zona hijau adalah Nikkei 225 (Jepang), Shanghai Composite (China), TAIEX (Taiwan), Kospi (Korea Selatan), serta Straits Times (Singapura).

Perhatian para pelaku pasar saat ini cenderung terbagi. Di satu sisi, muncul kecemasan terkait kembali melonjaknya harga minyak akibat peningkatan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Siang ini, harga minyak mentah jenis Brent menguat 1,34% menuju posisi US$ 92,27/barel pada pukul 12:09 WIB.

Namun di sisi lain, para investor tetap merasa optimis terhadap solidnya kinerja keuangan para emiten. Harapan bahwa pertumbuhan laba akan terus terjaga masih membayangi pikiran para pelaku pasar.

“Investor sedang membiasakan diri untuk hidup dengan harga minyak tinggi. Namun pertanyaannya, sampai kapan? Saat ini laporan keuangan yang solid menjadi penyelamat dan membantu mengalihkan perhatian dari kenaikan harga minyak,” tegas Tim Waterer, Chief Market Analyst di KCM Trade yang berbasis di Sydney (Australia), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index