JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan pada perdagangan kemarin. Lantas, bagaimana arah pergerakan IHSG hari ini serta saham-saham mana saja yang menarik untuk dicermati?
IHSG mengakhiri sesi perdagangan pada Selasa (21/7/2026) di level 6.340,02, yang menunjukkan lonjakan sebesar 1,74% dibandingkan hari sebelumnya. Investor asing pun masih melanjutkan aksi beli bersih (net buy) di pasar modal Indonesia meski nilainya terbatas, yakni sebesar Rp 30,76 miliar.
Untuk perdagangan hari ini, Rabu (22/7/2026), Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang support 6.261-6.137 dan resisten 6.416-6.546.
"Akumulasi pada saham pilihan dengan fundamental solid, fokus pada saham bervaluasi murah, fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen resiko dengan disiplin," pesan Mirae Asset dalam risetnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Secara teknikal, pergerakan IHSG dinilai terus menunjukkan tren apresiasi dan berulang kali menembus level MA-60. Hal ini dipicu oleh adanya reli penguatan yang telah melampaui indikator MA-20.
"Berdasarkan indikator Stochastics dan RSI menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume. Hari ini, sentimen terhadap IHSG cenderung positif meski volatilitas masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik Timur Tengah dan ekspektasi kebijakan Bank Indonesia (BI)," tambah riset Mirae Asset sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta isu tarif baru dari Amerika Serikat (AS) masih dipandang sebagai risiko oleh Mirae Asset. Walau demikian, potensi penekanan tersebut untuk sementara teredam oleh optimisme kinerja emiten dan pemulihan saham sektor teknologi di Wall Street.
"Angin segar dari Wall Street berpotensi memberikan dorongan euforia positif atau risk-on mode bagi bursa regional Asia pagi ini, sehingga memberikan efek positif bagi penguatan IHSG," demikian riset Mirae Asset sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Koreksi tajam sepanjang tahun ini mulai membuat sejumlah investor global menilai bahwa valuasi saham Indonesia semakin menarik. IHSG tercatat sudah menguat lebih dari 10% sepanjang Juli sehingga kembali memikat perhatian investor institusi global.
Aliran modal asing juga menunjukkan perbaikan, terdorong oleh perkiraan konsensus terkait penaikan suku bunga BI sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6% hari ini guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Perubahan arah arus dana asing menjadi net buy struktural, yang didukung transparansi regulasi terbaru, membuat saham-saham big caps dari sektor perbankan, infrastruktur, hingga komoditas terus dibeli investor institusi global.
Saham-saham yang direkomendasikan oleh Mirae Asset untuk perdagangan hari ini adalah INDY, ESSA, dan INET.
Sementara itu, riset dari MNC Sekuritas melakukan pembaruan skenario untuk IHSG. Pergerakan IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian wave iii dari wave (c) dari wave [iv].
Kondisi tersebut menandakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya menuju area 6.355-6.398. Meski begitu, investor tetap diimbau mewaspadai potensi koreksi jangka pendek ke area 6.274-6.307.
Adapun jajaran saham pilihan dari MNC Sekuritas meliputi BRMS, MAPA, MDKA, dan TLKM.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menilai pasar tengah mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diproyeksikan konsensus akan mengerek BI Rate sebesar 25 bps ke posisi 6%. Selain itu, pertumbuhan kredit pada Juni diperkirakan berada di angka 9% secara tahunan, melambat jika dibandingkan dengan pencapaian 11.51% yoy pada bulan sebelumnya.
"Sementara itu secara teknikal, IHSG berhasil bertahan diatas level 6.300 seiring dengan pembentukan histogram positif MACD yang terus berlanjut. Sehingga IHSG berpeluang lanjutkan penguatan menuju level 6.375-6.400 pada perdagangan hari ini," tulis riset Phintraco sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco memberikan rekomendasi pada saham ARKO, RAJA, BUVA, BRMS, dan DSSA.