JAKARTA - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdana atau listing di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/7/2026). Perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini tercatat di Papan Pengembangan dengan persentase saham beredar di publik sebesar 20,02 persen.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, Nurmila Indah Kusumawati, menyatakan bahwa Direksi Bursa telah memberikan persetujuan pencatatan saham RANS melalui Surat Nomor S-08055/BEI.PP2/07-2026 tertanggal 6 Juli 2026. Berdasarkan Pengumuman Pencatatan Efek Nomor Peng-P-00787/BEI.PP2/07-2026, RANS mencatatkan total 12.609.250.000 lembar saham.
Saham tersebut terdiri atas 10.084.250.000 saham pendiri dan 2.525.000.000 saham hasil penawaran umum perdana. Dengan harga penawaran Rp170 per saham dan nilai nominal Rp10 per saham, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar.
"Jumlah saham free float Perseroan per tanggal 10 Juli 2026 adalah sebanyak 2.525.000.000 saham atau 20,02% dari jumlah saham tercatat," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Saham berkode RANS ini resmi diperdagangkan di BEI terhitung mulai Jumat (10/7/2026).
Sesuai ketentuan POJK Nomor 25 Tahun 2017, para pemegang saham yang tercatat dalam prospektus dilarang mengalihkan kepemilikan sahamnya selama delapan bulan sejak pernyataan pendaftaran efektif. Larangan ini berlaku bagi pihak seperti Raffi Ahmad, PT Indonesia Entertainmen Grup, Nagita Slavina Mariana Tengker, Dony Oskaria, Sutanto Hartono, Kaesang Pangarep, Hikmat Janika, Soultan Ariq Rachman, hingga PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi.
Raffi Ahmad melalui surat pernyataan tertanggal 10 Juni 2026 berkomitmen tetap menjadi pemilik manfaat sekaligus pengendali perseroan minimal selama tiga tahun sejak pencatatan perdana. Di sisi lain, Nagita Slavina Mariana Tengker juga berkomitmen untuk menjabat sebagai Direktur Utama RANS selama periode minimal tiga tahun pasca-IPO.
Seluruh saham hasil penawaran umum perdana RANS didistribusikan secara elektronik melalui sistem penitipan kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.