Daftar Terbaru 14 Saham dengan Konsentrasi Kepemilikan Tinggi di BEI

Daftar Terbaru 14 Saham dengan Konsentrasi Kepemilikan Tinggi di BEI
Ilustrasi: Bursa Efek Indonesia memperbarui daftar 14 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi per 2 Juli 2026. (Foto: NET)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia kembali melakukan pemutakhiran terhadap daftar emiten yang termasuk dalam kategori high shareholding concentration atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Kini, tersisa 14 perusahaan dalam daftar tersebut setelah mengalami pengurangan satu emiten.

Per 2 Juli 2026, jumlah perusahaan yang masuk dalam daftar ini berkurang menjadi 14 setelah PT Lima Dua Lima Tiga Tbk dinyatakan keluar dari daftar. Sebelumnya, tercatat ada 15 emiten yang berstatus konsentrasi kepemilikan tinggi per 1 Juli 2026.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Saidu Solihin, menyebutkan bahwa perubahan ini merupakan hasil dari evaluasi rutin yang dilakukan Komite High Shareholding Concentration terhadap struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat. "Per 1 Juli 2026 ada 15 emiten dalam daftar HSC dan pada 2 Juli terdapat satu emiten yang keluar dari daftar. Sampai hari ini masih terdapat 14 perusahaan tercatat dalam daftar," ujar Saidu, Rabu (8/7), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Saidu menjelaskan, pihak bursa secara rutin berdiskusi dengan perusahaan yang masuk dalam daftar untuk memantau perkembangan struktur kepemilikan serta langkah-langkah yang dilakukan emiten dalam meningkatkan porsi saham publik. Status konsentrasi kepemilikan tinggi dapat dicabut jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Pihak bursa menegaskan bahwa pencantuman emiten dalam daftar tersebut bukanlah bentuk sanksi atau penghentian perdagangan saham. Status ini justru menjadi bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan transparansi pasar modal agar investor mendapatkan informasi mengenai tingkat konsentrasi kepemilikan saham suatu perusahaan.

Selain mempublikasikan daftar secara berkala, bursa melakukan evaluasi bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dengan memanfaatkan data kepemilikan saham terbaru. "BEI juga mendorong perusahaan tercatat meningkatkan porsi free float dan likuiditas saham. Ini diharapkan memperluas distribusi kepemilikan sekaligus memperkuat transparansi pasar modal Indonesia," kata Saidu, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Kebijakan tersebut selaras dengan upaya bursa dalam meningkatkan kualitas pasar modal melalui penyebaran kepemilikan saham yang lebih luas guna memperbaiki likuiditas perdagangan.

Berikut adalah komposisi emiten yang sempat tercatat dalam evaluasi konsentrasi kepemilikan tinggi pada awal Juli 2026 beserta tingkat konsentrasinya:

  1. AGII - PT Samator Indo Gas Tbk: 97,75 persen
  2. SOTS - PT Satria Mega Kencana Tbk: 98,35 persen
  3. IFSH - PT Ifishdeco Tbk: 99,77 persen
  4. MGLV - PT Panca Anugrah Wisesa Tbk: 95,94 persen
  5. ROCK - PT Rockfields Properti Indonesia Tbk: 99,85 persen
  6. RLCO - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk: 95,35 persen
  7. DSSA - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk: 95,76 persen
  8. BREN - PT Barito Renewables Energy Tbk: 97,31 persen
  9. WBSA - PT BSA Logistics Indonesia Tbk: 95,82 persen
  10. TCPI - PT Transcoal Pacific Tbk: 94,10 persen
  11. MGRO - PT Mahkota Group Tbk: 93,76 persen
  12. SATU - PT Kota Satu Properti Tbk: 94,27 persen
  13. HATM - PT Habco Trans Maritima Tbk: 96,09 persen
  14. DGWG - PT Delta Giri Wacana Tbk: 97,35 persen

Sementara itu, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk yang sebelumnya memiliki konsentrasi kepemilikan sebesar 95,47 persen telah resmi keluar dari daftar berdasarkan hasil evaluasi pada 2 Juli 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index