JAKARTA – Saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat 10 Juli 2026. Investor dapat mencermati simulasi auto rejection atas (ARA) dan auto rejection bawah (ARB) untuk saham perusahaan milik Raffi Ahmad tersebut.
RANS masuk ke bursa melalui penawaran umum perdana dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga penawaran Rp170 per saham.
Tingginya minat investor terlihat dari catatan sebanyak 1.058.664 single investor identification yang mengantre untuk mendapatkan saham RANS hingga 7 Juli 2026. Dengan antusiasme tersebut, harga saham diprediksi berpotensi naik pada perdagangan perdana.
Saham RANS akan terkena ARA jika mampu naik sekitar 25 persen menjadi Rp211. Sebaliknya, saham RANS akan terkena ARB jika turun hingga 15 persen menjadi Rp141.
Semesta Indovest Sekuritas dalam risetnya pada 3 Juli 2026 menilai kekuatan utama RANS terletak pada ekosistem bisnis yang terintegrasi. Model usaha ini menghubungkan konten, kekayaan intelektual, manajemen talenta, acara, hingga bisnis pendukung seperti makanan, minuman, dan kosmetik, sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Namun, RANS menghadapi tantangan kinerja keuangan sepanjang 2025 dengan pendapatan tercatat sebesar Rp353,4 miliar, turun 13,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu oleh merosotnya pendapatan dari lini brand ambassador dan manajemen talenta sebesar 51,5 persen secara tahunan.
Laba bersih perusahaan terkontraksi 38,8 persen menjadi Rp61 miliar, dengan margin laba bersih menyusut menjadi 16 persen dari sebelumnya 23,6 persen. Kendati demikian, struktur pendapatan RANS dinilai lebih terdiversifikasi dibandingkan pelaku industri media digital lainnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Melalui IPO, RANS menargetkan dana sekitar Rp429,25 miliar untuk ekspansi bisnis, termasuk pengembangan wahana Cipungland dan pembentukan perusahaan berbasis kecerdasan buatan. Semesta Indovest Sekuritas mencatat bahwa prospek industri konten digital Indonesia tetap menarik seiring meningkatnya jumlah pengguna internet yang diproyeksikan mencapai 235,3 juta jiwa pada 2026.
Meskipun prospek industri positif, investor diingatkan akan risiko ketergantungan pada figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Selain itu, persaingan industri yang ketat serta potensi perubahan strategi belanja iklan pelanggan menjadi faktor yang perlu diperhatikan, sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Dari sisi valuasi, price-to-earnings ratio RANS berada di kisaran 37,8 kali, masih di bawah rata-rata perusahaan sejenis sebesar 63,5 kali. Adapun return on equity RANS mencapai 17,9 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri sebesar 11,7 persen.