Laba Bersih Turun 19,3 Persen, MPMX Tetap Tebar Dividen Rp745 Miliar

Laba Bersih Turun 19,3 Persen, MPMX Tetap Tebar Dividen Rp745 Miliar
Ilustrasi MPMX (Foto: NET)

JAKARTA – Perusahaan publik yang berada di bawah naungan Grup Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX), memutuskan pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 dengan total akumulasi nilai mencapai Rp745,72 miliar atau setara dengan nominal Rp170 per lembar saham.

Corporate Secretary MPMX Timothy Immanuel Hutapea menyampaikan bahwa ketetapan mengenai distribusi dividen ini telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 26 Mei 2026. Sumber dana dividen ini berasal dari perolehan laba bersih perseroan tahun buku 2025 beserta saldo laba ditahan.

“Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sekurang-kurangnya Rp745.725.789.470 atau setara Rp170 per saham,” ujar Timothy dalam keterbukaan informasi, Kamis (28/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan linimasa yang sudah ditetapkan, periode cum dividen pada pasar reguler serta negosiasi jatuh pada tanggal 8 Juni 2026, lalu ex dividen dijadwalkan pada 9 Juni 2026. Di sisi lain, cum dividen untuk pasar tunai diagendakan pada 10 Juni 2026 dan ex dividen pada 11 Juni 2026. Sementara itu, untuk batas akhir pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen (recording date) ditentukan pada 10 Juni 2026.

“Pembayaran dividen tunai MPMX dijadwalkan pada 25 Juni 2026,” tambahnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak manajemen MPMX mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan proses distribusi dividen ini telah diselaraskan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Biro Administrasi Efek internal perseroan. Pihak perusahaan juga menjamin langkah ini tidak akan mengganggu jalannya kegiatan operasional maupun kontinuitas bisnis perusahaan.

Sebagai informasi, MPMX mengantongi laba bersih senilai Rp461,91 miliar sepanjang tahun 2025. Dari total alokasi dividen yang disalurkan sejumlah Rp745,72 miliar, sebesar Rp451,89 miliar diambil dari laba bersih tahun berjalan, lalu sisanya dialokasikan dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan tujuannya sampai tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati menyebutkan bahwa tahun 2025 merupakan masa yang penuh dinamika sekaligus tantangan bagi lini operasional, yang berimplikasi pada penurunan capaian keuangan jika disandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, perolehan laba bersih MPMX terpantau merosot 19,3% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari angka Rp572,28 miliar pada tahun 2024. Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan menyentuh angka Rp16,15 triliun pada 2025, atau mengalami koreksi tipis sebesar 1,4% YoY dari pencapaian Rp16,38 triliun pada tahun sebelumnya.

"Kami melihat dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk tekanan terhadap daya beli masyarakat, tingkat suku bunga yang relatif masih tinggi, serta moderasi pertumbuhan konsumsi domestik," ujar Suwito, Rabu (1/4/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dia menguraikan bahwa situasi tersebut terwujud dalam bentuk perlambatan ekspansi di beberapa bidang yang berkaitan erat dengan konsumsi, termasuk sektor industri kendaraan roda dua serta pembiayaan konsumen.

"Namun demikian, tekanan di tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perseroan untuk melakukan evaluasi strategis, memperkuat fondasi operasional dan meningkatkan adaptabilitas organisasi dalam menghadapi perubahan industri yang semakin cepat," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara lebih mendalam, di sektor ritel dan distribusi kendaraan roda dua, MPMX lewat MPMulia membukukan pendapatan senilai Rp15,2 triliun atau melemah 2% YoY.

Divisi distribusi merealisasikan penjualan kisaran 699.000 unit, sedangkan pendapatan dari bisnis aftermarket komponen mengalami kenaikan sebesar 3,5% YoY. Penyelarasan hasil kinerja ini selaras dengan adanya moderasi serapan pasar domestik terhadap kendaraan roda dua.

Di pihak lain, unit usaha ritel lewat MPMotor mencatatkan volume penjualan sebanyak 187.000 unit, sementara omzet ritel yang bersumber dari komponen aftermarket serta jasa perbaikan mampu tumbuh hingga 24% YoY.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index