Kuasai 30 Persen Bus TransJakarta Penjualan VKTR Tumbuh Melesat

Kuasai 30 Persen Bus TransJakarta Penjualan VKTR Tumbuh Melesat
Ilustrasi bus PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) (Foto: NET)

JAKARTA – Emiten kendaraan listrik komersial PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) Menyatakan bahwa mereka telah menguasai kurang lebih 30% dari total armada bus listrik milik TransJakarta sampai kuartal I/2026, menyusul adanya pengiriman tambahan unit bus listrik kepada operator transportasi di ibu kota tersebut.

Direktur Utama VKTR A. Ardiansyah Bakrie menjelaskan bahwa pihak perusahaan telah mendistribusikan sebanyak 30 unit bus listrik berukuran 12 meter untuk TransJakarta selama periode Januari hingga Maret 2026.

Melalui penambahan unit baru ini, VKTR secara akumulatif telah menyediakan sebanyak 152 unit bus listrik, yang merepresentasikan sekitar 30% dari keseluruhan total armada bus listrik TransJakarta yang kini sudah menyentuh angka 500 unit.

“Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bisnis melalui penguatan ekosistem TKDN, kesiapan kapasitas produksi, perluasan portofolio produk, serta layanan purnajual yang komprehensif,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak VKTR mengklaim bahwa bus listrik hasil produksi mereka menjadi satu-satunya armada milik TransJakarta yang proses perakitannya dilakukan di dalam negeri, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sudah melampaui angka 40% baik untuk lini bus berukuran 12 meter maupun yang berukuran 8 meter.

Kesiapan proses lokalisasi ini semakin diperkuat lewat momentum peresmian fasilitas perakitan milik VKTR Sakti Industries yang berlokasi di Magelang pada bulan April 2026 yang lalu.

Melihat dari aspek performa keuangan, VKTR berhasil membukukan pertumbuhan pada nilai penjualan bersih sebesar 58% secara tahunan atau year-on-year (YoY) selama kuartal I/2026.

Faktor pendorong utama pertumbuhan ini berasal dari kenaikan permintaan terhadap pasokan kendaraan listrik komersial, sedangkan di lain sisi, segmen bisnis manufaktur suku cadang mencatatkan pertumbuhan yang cenderung lebih terbatas seiring dengan masa pemulihan industri otomotif di kancah nasional.

Selaras dengan kenaikan angka pendapatan tersebut, perolehan laba usaha milik perseroan turut melonjak tajam hingga 832% YoY. Pihak perseroan memaparkan bahwa lonjakan yang signifikan ini berhasil dicapai berkat adanya efisiensi operasional, yang mampu menjaga stabilitas pada beban usaha perusahaan di tengah berjalannya ekspansi armada listrik serta terjadinya kenaikan tarif energi sebagai imbas dari dinamika geopolitik dunia.

Berkat adanya sistem pengendalian biaya yang diterapkan secara lebih disiplin, VKTR juga berhasil mencatatkan pertumbuhan pada laba bersih mereka sebesar 98% YoY sepanjang periode tiga bulan pertama di tahun 2026.

Jika ditinjau dari sisi neraca keuangan, jumlah total aset milik perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 2% secara year-to-date (YTD). Di waktu yang sama, nilai liabilitas tercatat mengalami peningkatan sebesar 5% YTD, sedangkan nilai ekuitas perusahaan naik sebesar 1% YTD.

Ketika memasuki periode kuartal II/2026, jajaran manajemen merasa optimistis bahwa tingkat permintaan pasar terhadap produk kendaraan listrik komersial akan terus mengalami tren peningkatan.

Pihak perseroan memberikan penilaian bahwa kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh volatilitas geopolitik global akan membuat biaya kepemilikan serta operasional dari kendaraan listrik menjadi jauh lebih kompetitif jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional berbahan bakar fosil.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index