Indika Energy Bagikan Dividen Setara Rp 510 Miliar Lebih

Indika Energy Bagikan Dividen Setara Rp 510 Miliar Lebih
Ilustrasi PT Indika Energy Tbk (INDY) (Foto: NET)

JAKARTA – PT Indika Energy Tbk (INDY) resmi menyetujui pembagian dividen tunai bernilai USD 3,01 juta dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahun (RUPST) di Jakarta pada Rabu (20/5/2026). Nilai keuntungan yang dibagikan tersebut setara dengan lebih dari Rp 510 miliar rupiah, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Alokasi dividen tunai ini mengambil porsi sebesar 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Berdasarkan data yang dilansir dari Stocksetup, pemegang saham dijadwalkan akan menerima pembayaran kompensasi ini pada 19 Juni 2026.

Selain menetapkan pembagian keuntungan, manajemen perseroan memanfaatkan momentum rapat tersebut untuk menegaskan arah kebijakan bisnis masa depan. Perusahaan kini tengah memfokuskan program transformasi ke sektor non-batubara serta penguatan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG).

Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand, memaparkan bahwa alokasi seluruh dana belanja modal emiten saat ini difokuskan penuh untuk kelanjutan proyek tambang emas Awak Mas. Manajemen juga terus mendorong ekspansi pada sektor ekosistem bisnis hijau.

“Kami terus memperkuat transformasi bisnis di mana seluruh belanja modal pada periode ini dialokasikan untuk proyek tambang emas Awak Mas dan berbagai inisiatif bisnis hijau,” ujar Azis Armand, Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy.

Langkah strategis pengalihan fokus investasi ke sektor non-batubara ini terus dijalankan secara konsisten oleh manajemen perseroan. Azis Armand menambahkan bahwa keputusan korporasi tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang yang selaras dengan transisi energi global menuju target net zero emission.

“Kami terus memperkuat transformasi bisnis di mana seluruh belanja modal pada periode ini dialokasikan untuk proyek tambang emas Awak Mas dan berbagai inisiatif bisnis hijau,” ujar Azis Armand, Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy.

Langkah strategis tersebut diiringi oleh raihan laporan keuangan yang positif pada tiga bulan pertama tahun ini. Pendapatan usaha INDY tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,74% year on year (yoy) menjadi US$ 493,22 juta pada kuartal I-2026, naik dari US$ 489,60 juta pada kuartal I-2025.

Sektor sumber daya energi menjadi penyumbang terbesar pendapatan dengan nilai mencapai US$ 388,47 juta. Pendapatan lain disusul oleh segmen jasa energi sebesar US$ 68,71 juta, logistik dan infrastruktur US$ 43,15 juta, bisnis hijau US$ 13,12 juta, ventura digital US$ 2,47 juta, bisnis lainnya US$ 1,76 juta, serta mineral sebesar US$ 371.010, sebelum dikurangi eliminasi US$ 2,36 juta.

Efisiensi operasional turut mendorong penurunan beban pokok kontrak dan penjualan sebesar 1,57% yoy menjadi US$ 419,19 juta. Kondisi ini membuat perusahaan mampu membukukan kenaikan laba kotor sebesar 16,18% yoy menjadi US$ 74,03 juta pada kuartal I-2026.

Pertumbuhan positif juga terlihat dari perolehan laba sebelum pajak yang melonjak 38,20% yoy menjadi US$ 27,06 juta. Kenaikan tersebut ditopang oleh penyusutan beban keuangan sebesar 8,60% yoy serta lonjakan pendapatan investasi perseroan yang naik 73,42% yoy menjadi US$ 5,48 juta.

Hingga akhir kuartal I-2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk INDY melesat hingga 142,07% yoy menjadi US$ 7,02 juta. Komposisi posisi keuangan perseroan kini mencakup total aset sebesar US$ 2,99 milar, yang terdiri atas total liabilitas sebesar US$ 1,63 milar dan ekuitas sebesar US$ 1,36 milar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index