JAKARTA – PT Pertamina (Persero) secara resmi menerapkan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) terbaru dalam skala nasional terhitung sejak Selasa, 19 Mei 2026.
Langkah korporasi tersebut juga diikuti oleh sejumlah perusahaan SPBU swasta kompetitor, seperti Shell, BP AKR, dan Vivo yang turut mengubah struktur harga niaga mereka setelah masa libur panjang usai.
Masyarakat kini mulai menghitung kembali biaya pengeluaran bulanan mereka imbas dari melonjaknya harga pada rumpun produk diesel nonsubsidi. Banyak dari pengguna moda transportasi niaga serta kendaraan pribadi yang mencari kepastian mengenai "berapa harga solar nonsubsidi sekarang" demi merancang ulang estimasi biaya operasional perjalanan mereka sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Merujuk pada publikasi resmi di aplikasi MyPertamina dan fluktuasi bursa energi, kenaikan paling signifikan ditemukan pada varian Pertamina Dex dan Dexlite semenjak awal bulan. Kebijakan peninjauan harga berkala ini dipicu oleh ketidakpastian harga minyak mentah dunia serta pergerakan nilai tukar rupiah atas dolar AS yang dinilai masih dinamis.
Rincian Perubahan Harga Jual Varian Diesel Nonsubsidi
Para pemilik kendaraan bermesin diesel generasi teranyar sekarang harus menyiapkan dana yang lebih besar sebagai dampak dari diterapkannya regulasi internal perusahaan ini. Kenaikan harga jual ini berdampak langsung terhadap pengeluaran operasional sektor usaha ekspedisi lintas kota yang memanfaatkan tipe bahan bakar rendah emisi dengan angka cetane tinggi.
Pihak manajemen Pertamina menjelaskan bahwa perubahan sentimen indeks pasar internasional menjadi faktor utama di balik penyesuaian harga di tingkat domestik ini. Konflik geopolitik global turut mengganggu jalur distribusi pasokan minyak mentah dunia, yang melandasi penyebab produk hasil olahan diesel mengalami kenaikan harga yang terbilang besar.
Rasa penasaran publik mengenai "kenapa harga dex naik" secara signifikan akhirnya terjawab oleh kondisi berkurangnya ketersediaan diesel di pasar global sebagaimana dilansir dari berita sumber. Badan usaha milik negara di sektor minyak ini memberikan penegasan bahwa langkah penyesuaian harga jual BBM teranyar ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional dalam jangka panjang.
Untuk menyajikan pandangan yang benderang bagi konsumen, berikut dipaparkan komparasi harga eceran per liter dari sejumlah operator penyalur bahan bakar di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya:
Daftar Komparasi Harga Bahan Bakar Minyak Lintas Operator (Per 19 Mei 2026)
Gasoline RON 92
Pertamina: Rp13.200 / liter
Shell: Rp14.250 / liter
BP AKR / Vivo: Rp14.200 / liter
Gasoline RON 95
Pertamina: Rp14.400 / liter
Shell: Rp15.400 / liter
BP AKR / Vivo: Rp15.350 / liter
Gasoline RON 98
Pertamina: Rp14.750 / liter
Shell: Rp15.700 / liter
BP AKR / Vivo: (Tidak Tersedia)
Diesel Berkualitas
Pertamina: Rp14.900 / liter
Shell: Rp15.800 / liter
BP AKR / Vivo: Rp15.750 / liter
Diesel Premium
Pertamina: Rp27.900 / liter
Shell: Rp28.500 / liter
BP AKR / Vivo: (Tidak Tersedia)