Jaga Stabilitas Harga Bulog Pasok 240 Ribu Ton Beras SPHP

Jaga Stabilitas Harga Bulog Pasok 240 Ribu Ton Beras SPHP
Ilustrasi Pasokan Beras Bulog (Foto: NET)

JAKARTA – Perum Bulog telah mendistribusikan sebanyak 240.000 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai penjuru Indonesia. Tindakan tersebut diambil guna menjaga stabilitas harga komoditas pangan utama di lini konsumen, sebagaimana dikutip dari Money pada Senin (18/5/2026).

Total volume distribusi tersebut merujuk pada data realisasi penyaluran sampai hari Senin. Pihak pemerintah mempergunakan skema ini sebagai alat primer untuk meredam fluktuasi harga pasar yang berisiko memberatkan warga.

"Per hari ini, penyaluran beras SPHP oleh Bulog sudah sebanyak 240.000 ton ke berbagai daerah di Indonesia,” kata Rizal dalam keterangan tertulis, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memaparkan bahwa bahan pangan itu disebar ke bermacam segmen. Jalur distribusi meliputi pasar tradisional, Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi, sampai dengan penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah.

"Penyaluran tersebut terus dioptimalkan guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan cadangan pangan pemerintah dapat dimanfaatkan secara efektif untuk stabilisasi harga,” ujar Rizal, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pimpinan Bulog saat ini kian memperkokoh jaringan logistik demi menjamin ketersediaan stok di seluruh provinsi. Di samping berkonsentrasi pada proses pengiriman, pemantauan langsung di area juga diintensifkan melalui kolaborasi bersama Satgas Pangan Polri, pemda, agen penyalur, serta para pelaku bisnis.

Strategi pemantauan kolektif ini dilaksanakan untuk mengawal kelancaran rantai pasok. Langkah tersebut juga dilakukan demi memastikan pihak pengecer memasarkan beras sejalan dengan regulasi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diputuskan oleh pemerintah.

Rizal memberikan garansi bahwa nilai jual di tingkat warga tidak bakal melampaui batasan HET. Ketetapan HET untuk beras SPHP kualitas medium dipisahkan menjadi tiga area, yakni:

  • Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi): Rp 12.500 per kilogram
  • Zona 2 (Sumatera mengecualikan Lampung dan Sumatera Selatan, Kalimantan, serta NTT): Rp 13.100 per kilogram
  • Zona 3 (Maluku dan Papua): Rp 13.500 per kilogram

"Bulog terus memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau,” tutur Rizal, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index