Tiga Faktor Utama Pendorong Kontribusi Bruto Prudential Syariah Naik

Tiga Faktor Utama Pendorong Kontribusi Bruto Prudential Syariah Naik
Ilustrasi Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) (Foto: NET)

JAKARTA - PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menyatakan terdapat tiga faktor utama yang menggerakkan pertumbuhan performa perusahaan sepanjang tahun 2025.

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, menjelaskan bahwa faktor pendorong yang pertama ialah ketersediaan produk. Iskandar menerangkan bahwa perusahaan memiliki variasi produk asuransi yang luas untuk menjawab seluruh proteksi yang diperlukan oleh masyarakat.

"Kami mempunyai produk yang lengkap dalam industri asuransi syariah, mulai dari kesehatan, penyakit kritis, hingga produk investasi," sebagaimana dilansir dari berita sumber, ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Iskandar melanjutkan bahwa faktor pendorong yang kedua terletak pada luasnya jaringan distribusi yang dikelola oleh Prudential Syariah, baik melalui jalur keagenan maupun kerja sama dengan perbankan (bancassurance). Iskandar menjabarkan bahwa saat ini perusahaan disokong oleh lebih dari 64.000 agen.

Di samping itu, Prudential Syariah juga menjalin kolaborasi dengan bank syariah terbesar di Indonesia, yaitu Bank Syariah Indonesia. Oleh karena itu, Iskandar menilai perpaduan antara portofolio produk yang komprehensif serta daya jangkau distribusi yang luas turut memberikan dampak positif terhadap performa perusahaan.

Faktor pendorong ketiga yang diutarakan oleh Iskandar adalah aspek kepercayaan dari para nasabah. Mengingat asuransi merupakan produk proteksi untuk jangka masa panjang, kepercayaan dari masyarakat yang membelinya menjadi hal yang krusial bagi operasional perusahaan.

"Kami terus mendukung nasabah setiap kali ada masalah dan saat mereka paling membutuhkan kami. Jadi, kombinasi dari ketiga hal tersebut adalah pendorong utama pertumbuhan kinerja kami pada 2025," sebagaimana dilansir dari berita sumber, katanya.

Melihat dari aspek produk, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, memaparkan bahwa kontributor terbesar bagi pendapatan premi perusahaan berasal dari produk penyakit kritis.

"Jadi, terlihat sekali bahwa kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dan keluarganya dari penyakit kritis itu sangat tinggi. Dengan demikian, perolehan premi kami paling besar penyakit kritis," sebagaimana dilansir dari berita sumber, ujarnya.

Vivin menambahkan, produk proteksi untuk asuransi jiwa jangka panjang menempati urutan kedua sebagai kontributor terbesar, yang kemudian diikuti oleh produk proteksi asuransi kesehatan.

Terkait variasi produknya, Iskandar menyebutkan bahwa fokus perusahaan dalam dua tahun terakhir ini tertuju pada pemesatan produk proteksi tradisional.

Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Iskandar menguraikan bahwa produk proteksi tradisional masih tergolong minim di pasar lantaran pelaku industri pada tahun-tahun sebelumnya lebih condong pada produk unitlink. "Kami lihat di Indonesia kekurangan produk yang berfokus pada perlindungan. Oleh karena itu, pengembangan produk kami pada 2024 dan 2025 lebih berfokus ke produk perlindungan yang menghadirkan premi lebih terjangkau," sebagaimana dilansir dari berita sumber, tuturnya.

Kendati begitu, Iskandar menilai produk unitlink tetap memiliki peluang untuk digemari oleh masyarakat ke depannya karena segmentasi pasarnya masih tersedia dan selalu relevan dengan kebutuhan publik.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Prudential Syariah Mandar Hastekar mengutarakan bahwa Prudential Syariah mengelola 5 produk unitlink dengan jenis investasi yang bervariasi.

Mandar tidak memungkiri bahwa kondisi pasar yang fluktuatif menjadi sebuah tantangan tersendiri, namun melalui tata kelola yang tepat, rangkaian produk unitlink perusahaan tetap mampu memberikan performa yang positif sampai saat ini.

"Nasabah memang bisa memilih berdasarkan fund yang diinvestasikan, tetapi performa fund dari unitlink kami masih cukup kuat," sebagaimana dilansir dari berita sumber, ucapnya.

Mengenai aspek finansial, Prudential Syariah mengantongi total kontribusi bruto mencapai Rp 4,2 triliun pada tahun 2025. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 9% jika dikomparasikan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, untuk kontribusi bisnis baru, perusahaan mencatatkan angka sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2025 atau tumbuh sebesar 31% jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu.

Melalui perolehan ini, Prudential Syariah dilaporkan berhasil menguasai pangsa pasar industri sebesar 22%. Dari segi tata kelola aset, total aset yang dimiliki perusahaan meningkat 20% secara Year-on-Year (YoY) hingga menyentuh Rp 8 triliun pada tahun 2025.

Di waktu yang sama, total aset investasi juga membukukan kenaikan sebesar 17% YoY menjadi Rp 6 triliun pada tahun 2025. Adapun indikator solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang dimiliki Prudential Syariah berada di posisi yang jauh melampaui standar regulator, di mana RBC dana perusahaan berada di level 1.496% dan RBC Dana Tabarru' tercatat di level 209%.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index