RAJA Lakukan Stock Split Nilai Nominal Menjadi 5 Rupiah Per Saham

RAJA Lakukan Stock Split Nilai Nominal Menjadi 5 Rupiah Per Saham
Ilustrasi Stock Split 1:5 (Gambar: zeebiz.com)

JAKARTA – Emiten yang bergerak pada sektor energi dan infrastruktur, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) memiliki agenda untuk melangsungkan aksi korporasi berupa pemecahan nilai saham atau stock split.

Rasio yang disepakati adalah 1:5, di mana nilai nominal yang pada mulanya sebesar Rp25 per saham akan berganti menjadi Rp5 per saham.

Corporate Secretary RAJA, Yuni Pattinasarani, memaparkan bahwa langkah stock split ini akan merombak struktur saham perusahaan, baik dari sisi nilai nominal maupun jumlah total saham yang beredar di bursa.

“Perseroan berencana untuk melaksanakan Pemecahan Saham (Stock Split) dengan rasio 1:5 (1 (satu) saham lama menjadi 5 (lima) saham baru), sehingga nilai nominal saham turun dari Rp25 menjadi Rp5 per saham," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebelum pelaksanaan aksi korporasi ini, total saham yang telah ditempatkan serta disetor penuh oleh perusahaan adalah sebanyak 4.227.082.500 saham.

Sesudah pemecahan saham tersebut berlaku efektif, jumlahnya akan meningkat pesat menjadi 21.135.412.500 saham. Di samping itu, nilai nominal saham akan secara resmi berubah menjadi Rp5 per saham.

Manajemen RAJA sendiri telah memperoleh persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat No. S-05213/BEI.PP2/05-2026 tertanggal 5 Mei 2026.

Sebelumnya, rencana tersebut sudah diajukan lewat surat resmi No. RR/DIR/17.120/IV/2026 pada tanggal 17 April 2026.

Yuni menjelaskan bahwa ketetapan stock split ini diambil dengan mengacu pada praktik lazim di pasar modal serta sebagai upaya meningkatkan mutu perdagangan saham perseroan.

Salah satu pertimbangan utamanya adalah posisi harga saham RAJA yang saat ini dipandang telah cukup tinggi.

“Harga saham Perseroan saat ini telah berada pada level yang relatif tinggi, yaitu sebesar Rp4.170 per saham (berdasarkan harga penutupan per 12 Mei 2026), yang mengakibatkan nilai investasi minimum untuk 1 (satu) lot saham Perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia melanjutkan bahwa stock split ini diproyeksikan dapat memperkuat likuiditas perdagangan, memperlebar jangkauan investor, serta menjadikan harga saham lebih ekonomis bagi investor ritel tanpa menggerus total nilai kapitalisasi pasar perseroan.

Langkah ini juga ditujukan untuk mendorong terciptanya aktivitas perdagangan saham yang lebih teratur, wajar, serta efisien di BEI.

“Pemecahan saham tidak berdampak negatif terhadap posisi keuangan Perseroan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index