Harga Beras di Pasar Rumput Masih Tinggi Meski Pasokan Makanan Aman

Harga Beras di Pasar Rumput Masih Tinggi Meski Pasokan Makanan Aman
Ilustrasi beras (Sumber : NET)

JAKARTA – Harga beras di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, masih berada di level tinggi walaupun ketersediaannya dinilai cukup aman. Berdasarkan hasil pemantauan, para pedagang menyebutkan harga beras jenis medium ataupun premium tidak mengalami kenaikan belakangan ini, tetapi belum juga mengalami penurunan sejak naik pada awal tahun.

Seorang pedagang beras di Pasar Rumput, Yanto, menyampaikan bahwa beras medium saat ini dipasarkan seharga Rp14.500-Rp15.000 per kilogram (kg), sementara beras premium dijual pada rentang Rp15.000-Rp17.000 per kg.

"(Harga) beras lagi banyak sih, beragam.. Kalau yang medium Rp14.500-15.000 per kg. Kalau premium Rp15.000-17.000 per kg. Normal sih ini, harganya memang stabil tinggi dari berapa bulan," kata Yanto sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meskipun beredar rumor bahwa beras premium mulai langka, Yanto menganggap stok pada pedagang sebenarnya masih ada. Menurut pengamatannya, penurunan pasokan mungkin disebabkan oleh belum tibanya masa panen.

"Engga (langka) ya kayaknya. Kalau dicari masih ada, cuma memang kemarin kata orang induk (Pasar Induk Beras Cipinang/PIBC) mulai agak susah. Tapi mungkin itu karena lagi ga musim panen ya. Lagi nggak ada panen, jadi makanya stoknya agak susah," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Yanto menambahkan bahwa harga beras memang tidak naik lagi, namun sudah cukup lama bertahan pada tingkat yang tinggi.

"Harganya nggak ada naik, tapi ini stabilnya sudah tinggi ya, nggak turun-turun," ucap dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pedagang beras lain bernama Jali menyampaikan hal senada. Menurut pengakuannya, harga beras telah membumbung tinggi sejak awal 2026, dan meski sempat melandai pada April-Mei, harganya kembali bertahan tinggi sampai sekarang.

"Beras sudah mahal dari awal 2026 ya. Sempat turun sebentar pas April-Mei, habis itu stabil tinggi kayak sekarang. Premium ini Rp15.000-Rp17.000 per liter, medium Rp12.000-Rp14.000 per liter. Kalau kilogram hitung saja tambah Rp1.500 per liter. Saya jualnya literan," ucap Jali sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengenai ketersediaan stok, Jali menyebut pasokan beras di pasar masih memenuhi kebutuhan. Akan tetapi, pengiriman dari daerah memang agak berkurang dan beberapa produsen dikabarkan beralih ke produksi beras fortifikasi.

"Engga, masih banyak. Lagi musim gadu kali ya makanya kiriman dari daerah berkurang. Cuma kemarin pas cari barang, itu katanya memang sekarang produsen lari ke beras yang ada vitamin-vitaminnya (fortifikasi) gitu," tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tren lonjakan harga beras masih berlanjut sampai pekan ketiga Juli 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan harga beras medium dan premium terus merangkak naik dalam beberapa bulan belakangan.

Merujuk pada data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rerata harga beras medium secara nasional pada pekan ketiga Juli berada di angka Rp14.477 per kg, sedangkan beras premium menyentuh Rp16.313 per kg. BPS turut mencatat peningkatan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras medium maupun premium.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index