JAKARTA – PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) optimis bahwa capaian bisnis di tahun 2026 dapat terus tumbuh, meski harus menghadapi tantangan berupa tekanan daya beli masyarakat serta kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu.
Corporate Secretary Mandom Indonesia, Alia Dewi, menyebutkan bahwa pemulihan daya beli warga yang belum sepenuhnya stabil masih memberikan pengaruh pada angka penjualan domestik perusahaan di awal tahun ini.
“Kami tetap berharap di tahun 2026 akan ada pertumbuhan kinerja walaupun tekanan daya beli masyarakat di pasar domestik dan kondisi geopolitik global ikut berpengaruh pada pencapaian kinerja,” ungkap Alia sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Alia menjelaskan bahwa berdasarkan laporan kinerja kuartal I-2026, penjualan domestik perusahaan belum memperlihatkan pertumbuhan. Hal tersebut dipicu oleh perilaku konsumsi masyarakat yang masih tertahan.
Untuk diketahui, jumlah penjualan bersih TCID tercatat sebesar Rp 513,65 miliar pada kuartal I-2026, menurun jika dibandingkan dengan perolehan Rp 551,24 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Pada lini penjualan lokal, terjadi penurunan sebesar 13,79%, dari Rp 390,65 miliar menjadi Rp 336,74 miliar. Sebaliknya, pada lini ekspor justru menyentuh angka Rp 176,90 miliar atau tumbuh sebesar 15%. “Kami berharap ada perbaikan mulai di kuartal 2-2026,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di samping itu, TCID menghadapi tantangan terkait kenaikan harga bahan baku, terutama pada komponen kemasan plastik. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah di pasar global.
Sebagai langkah antisipasi, saat ini perusahaan secara intens melakukan koordinasi dengan mitra bisnis untuk mengendalikan tingkat kenaikan harga.
Demi menjaga margin keuntungan di tengah situasi sulit tersebut, Mandom Indonesia akan memfokuskan strategi pada produk-produk yang masuk kategori fast-moving serta mengawasi pengeluaran operasional secara ketat.
Perusahaan juga melihat bahwa saluran penjualan digital atau e-commerce masih memiliki prospek pertumbuhan yang baik.
Dalam beberapa tahun belakangan, kontribusi penjualan lewat platform digital terus menunjukkan tren positif, walau porsinya terhadap total penjualan perusahaan secara umum masih kecil.
“Ini menjadi saluran penjualan yang cukup potensial untuk dikembangkan dan bagi kami juga menjadi salah satu fokus kebijakan pengembangan,” terangnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Terkait target kinerja di tahun ini, Alia belum bisa merinci secara pasti angka proyeksi yang dipatok perusahaan. Namun, TCID berharap agar tren positif tetap berlangsung hingga akhir tahun.
Mengenai investasi, Mandom Indonesia memperkirakan anggaran belanja modal atau capex tahun ini berada di level yang sama dengan tahun sebelumnya. TCID juga tidak merencanakan agenda investasi skala besar untuk tahun 2026.