Throughput Jasa Transportasi BBM Elnusa Naik 22 Persen Kuartal I 2026

Throughput Jasa Transportasi BBM Elnusa Naik 22 Persen Kuartal I 2026
Ilustrasi PT Elnusa Tbk (ELSA) (Foto: detik.net.id)

JAKARTA – PT Elnusa Tbk (ELSA), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang masuk dalam Subholding Upstream Pertamina, membukukan performa positif selama kuartal I 2026.

Capaian positif Elnusa ini terutama dipicu oleh segmen Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi yang memperlihatkan kenaikan signifikan. Sampai akhir Maret 2026, volume throughput jasa transportasi bahan bakar ELSA dilaporkan tumbuh sebesar 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo menekankan bahwa hasil ini adalah bagian dari peran aktif perseroan dalam menopang ketahanan energi di tingkat nasional.

“Sebagai bagian dari ekosistem energi nasional, Elnusa terus berkomitmen menghadirkan layanan yang andal dan terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, guna memastikan kelancaran distribusi dan keberlanjutan pasokan energi di Indonesia,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Andri menjelaskan lebih lanjut, kenaikan ini ditopang oleh realisasi transportasi yang menyentuh angka 7 juta kiloliter (kl), pengelolaan depot bahan bakar minyak (BBM) senilai 965.000 kl, serta LPG sejumlah 31.000 ton.

Di samping itu, penjualan BBM inmar dan pelumas tercatat sebesar 52 ribu kl, distribusi bahan kimia mencapai 31.550 drum, dan fuel retail sebesar 3.000 kl.

Pada sektor jasa hulu migas terpadu, ELSA membukukan aktivitas survei seismik 3D seluas 47,08 km² serta survei 2D dengan panjang 4,16 km. Untuk bidang layanan sumur, well testing menjadi jenis layanan dengan volume kegiatan paling tinggi melalui penanganan 2.578 sumur, disusul oleh wireline logging sejumlah 327 sumur.

Kegiatan lainnya mencakup coiled tubing services pada 139 sumur, cementing sebanyak 70 sumur, hydraulic workover unit pada 56 sumur, dan thru tubing services pada 33 sumur.

Dalam hal pengeboran, Elnusa pun mengoperasikan aktivitas modular rig di 2 sumur yang menunjukkan keberlanjutan dari proyek hulu migas.

Bukan hanya di pasar domestik, ELSA melebarkan sayap internasional lewat anak perusahaannya, Elnusa Fabrikasi Konstruksi (EFK), melalui kegiatan trading OCTG yang mencakup proyek di Aljazair.

Kemudian, pada bagian jasa penunjang, angka utilisasi aset ELSA berada di level 95% dengan tingkat non-productive time pada Marine Support yang sangat minim, yakni 0,02%.

Andri menambahkan, ke depannya perusahaan akan terus memacu penguatan kemampuan layanan terintegrasi serta memperlebar diversifikasi lini usaha. “Termasuk di pasar internasional, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” pungkasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index