Saham BREN dan TPIA Terdepak dari MSCI Akibat Konsentrasi Saham Tinggi

Saham BREN dan TPIA Terdepak dari MSCI Akibat Konsentrasi Saham Tinggi

JAKARTA – MSCI Global Standard Indexes secara resmi telah mengeluarkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dari daftar indeks mereka.

Keputusan penghapusan dua emiten milik taipan Prajogo Pangestu tersebut didasarkan pada temuan tingginya konsentrasi kepemilikan saham oleh pemilik atau high shareholding concentration (HSC).

Langkah rebalancing yang dilakukan MSCI ini berada di luar dugaan para analis pasar modal. Sebelumnya, para pengamat hanya memprediksi BREN saja yang akan keluar dari indeks global tersebut, namun ternyata TPIA juga ikut terdepak.

Analis menilai bahwa BREN memang layak dikeluarkan karena struktur kepemilikan mayoritas yang sangat dominan. Kondisi ini sejalan dengan kebijakan MSCI terhadap saham-saham serupa di pasar internasional yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi.

Kinerja kedua saham tersebut terpantau terus mengalami tekanan hebat dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data Stockbit pada Rabu (13/5/2026), investor asing secara masif melakukan aksi jual terhadap saham BREN dan TPIA.

Pada perdagangan Selasa (12/5/2026), harga saham BREN merosot 4,75 persen atau turun 180 poin menuju level Rp 3.610 per lembar saham sebagaimana dilansir dari berita sumber. Dalam satu hari perdagangan tersebut, aliran modal asing yang keluar dari BREN tercatat mencapai Rp 52,87 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tren penurunan tajam emiten energi terbarukan ini sebenarnya sudah terlihat sejak awal tahun sebagaimana dilansir dari berita sumber. Saham BREN tercatat telah anjlok hingga 62,78 persen secara tahun berjalan (year-to-date) dari posisi Rp 9.675 pada 2 Januari 2026.

Nasib serupa juga menimpa TPIA yang mulai ditinggalkan oleh investor asing sebagaimana dilansir dari berita sumber. Meskipun harganya sempat stagnan di level Rp 5.050 pada perdagangan Selasa kemarin, namun nilai aksi jual bersih oleh asing mencapai Rp 60,90 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sejak pembukaan perdagangan di bulan Januari 2026, saham TPIA tercatat sudah jatuh sedalam 27,80 persen. Sebagai perbandingan, pada 2 Januari lalu, emiten petrokimia ini masih berada di level Rp 7.050 per lembar saham.

Analisis dari Stockbit Sekuritas sebelumnya memang memproyeksikan bahwa MSCI akan tetap menghapus saham-saham dengan kepemilikan mayoritas yang terlalu tinggi.

Selain BREN, PT Dian Swastatika Sentosa juga diprediksi akan hengkang dari indeks karena alasan konsentrasi kepemilikan yang sama.

"Sehingga, kedua saham tersebut berpotensi mengalami tekanan jual dari passive fund saat MSCI mengeksekusi deletion," tulis Stockbit dalam risetnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penghapusan ini memicu kekhawatiran akan berlanjutnya tekanan jual dari dana investasi pasif yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan portofolio mereka.

Investor asing cenderung menarik dana mereka mengikuti perubahan bobot pada indeks global tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index