Karya Bersama Anugerah Tbk Perluas Pengembangan Properti ke Jabodetabek

Karya Bersama Anugerah Tbk Perluas Pengembangan Properti ke Jabodetabek
Ilustrasi PT Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG) (Foto: kbag.co.id)

JAKARTA – Emiten di bidang properti yang berpusat di Balikpapan, PT Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG), telah menyusun rencana strategis untuk memperluas jangkauan ke kawasan Jabodetabek. Seiring dengan langkah ekspansi tersebut, perusahaan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) dengan nilai yang lebih besar pada tahun 2026 mendatang.

Direktur KBAG Budi Hariyanto Hartono memaparkan bahwa penambahan capex tersebut akan dikhususkan untuk menyokong pengembangan berbagai proyek yang tengah berjalan serta perluasan ke wilayah baru, yang mencakup Jakarta Barat dan Jonggol, Kabupaten Bogor.

“Perseroan mengalokasikan capex yang lebih besar pada 2026 seiring dengan rencana ekspansi dalam pengembangan proyek yang berjalan,” ujarnya dalam paparan publik pada hari Senin (11/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Budi menjelaskan lebih lanjut bahwa pertumbuhan performa di tahun 2026 akan disokong oleh proyek yang sudah ada di Balikpapan, Kalimantan Timur, yakni Green Hill dan Green Valley 2.

Selain itu, cakupan pengembangan proyek properti juga mulai merambah ke Jonggol serta Jakarta Barat. Pada proyek Green Valley, KBAG telah merampungkan pembangunan 11 blok rusunami yang terdiri atas 864 unit dan 24 unit rumah tapak dengan tingkat progres mencapai 100%.

Pada penghujung 2025, pembangunan Blok M yang mencakup 60 unit rusunami serta 20 unit kios juga telah diselesaikan. Memasuki tahun 2026, KBAG akan mulai melakukan pembangunan Blok N yang terdiri atas 84 unit rusunami dan 12 unit kios yang direncanakan berlangsung sepanjang tahun tersebut.

Di samping proyek-proyek yang sudah berjalan, KBAG memegang portofolio aset melalui sejumlah entitas usahanya seperti PT Singasari Purabuana, PT Arthapurwa Budijaya, dan PT Kharismatama Niagamakmur.

PT Singasari Purabuana (SPB) sebagai anak perusahaan langsung menguasai lahan seluas 1.083.358 meter persegi di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Bogor. Proyek itu diproyeksikan menjadi kawasan perumahan dan saat ini tengah memasuki fase persiapan serta pembebasan lahan.

Selanjutnya, PT Arthapurwa Budijaya (APB) memiliki tanah dengan luas 641.269 meter persegi yang juga berlokasi di Desa Singasari, Jonggol, untuk dikembangkan sebagai area pemukiman.

Sementara itu, PT Kharismatama Niagamakmur (KNM) mempunyai properti investasi seluas 6.895 meter persegi di Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Dengan posisinya yang strategis, perusahaan bermaksud mendirikan apartemen beserta beragam fasilitas pendukungnya.

“Kami berencana untuk memperluas wilayah operasional di Jakarta Barat dan Jonggol, yang berkembang pesat,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk mendukung aspek pemasaran, KBAG menjalankan strategi promosi yang dinamis melalui kanal media digital maupun konvensional, termasuk berpartisipasi aktif dalam pameran perumahan.

Perusahaan pun menitikberatkan pada kualitas proyek lewat pemilihan bahan baku yang selektif serta desain hunian fungsional demi menyasar segmen milenial dan pasar menengah. KBAG juga mulai menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) guna mengoptimalkan efisiensi operasional di bidang promosi.

Di sisi lain, perseroan melakukan langkah penyesuaian terhadap penggunaan dana hasil initial public offering (IPO) agar selaras dengan keperluan bisnis saat ini, yaitu fokus pada bagian operasional serta modal kerja demi mencapai target pertumbuhan 2026.

Melalui percepatan pengerjaan proyek, peningkatan nilai penjualan, dan efisiensi, KBAG merasa optimis bahwa kinerja keuangan akan membaik secara bertahap. Pada tahun 2025, KBAG membukukan pendapatan sebesar Rp21,28 miliar atau mengalami pertumbuhan 44,64% jika dibandingkan dengan Rp14,71 miliar pada tahun sebelumnya.

Perolehan ini didorong oleh pemasukan dari rusunami dan pengelolaan lingkungan, sehingga rugi bersih dapat ditekan menjadi Rp9,66 miliar pada 2025 dari angka sebelumnya yakni Rp24,25 miliar pada 2024.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index