JAKARTA – Saham BUMI stagnan di Rp 230, asing catat net buy Rp 9,03 miliar.
Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terlihat datar pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Meski harga tidak berubah, aktivitas investor asing justru menunjukkan aksi akumulasi.
Saham BUMI ditutup stagnan di level Rp 230 pada akhir sesi perdagangan. Kondisi ini terjadi di tengah tingginya aktivitas transaksi yang mencapai 1,72 miliar saham.
Frekuensi perdagangan saham BUMI tercatat sebanyak 36.535 kali. Sementara itu, total nilai transaksi mencapai Rp 398,25 miliar.
Investor asing membukukan net buy sebesar Rp 9,03 miliar pada saham BUMI. Aksi beli ini terjadi setelah sebelumnya asing mencatat net sell cukup besar.
Pada perdagangan 4 Mei 2026, investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 114,62 miliar. Perubahan dari net sell ke net buy ini menunjukkan adanya pergeseran sentimen.
Dalam satu bulan terakhir, saham BUMI bergerak cenderung sideways. Pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi harga yang relatif stabil.
Di balik pergerakan sideways tersebut, akumulasi saham oleh investor terus berlangsung. Aktivitas ini terlihat dari transaksi yang tetap tinggi meski harga tidak banyak berubah.
Broker Mandiri Sekuritas mencatat net buy investor domestik sebesar Rp 272,5 miliar dalam sebulan terakhir. Selain itu, Stockbit Sekuritas mencatat net buy Rp 178,9 miliar.
Maybank Sekuritas juga membukukan net buy sebesar Rp 135,1 miliar. Sementara itu, BNI Sekuritas mencatat net buy Rp 114,5 miliar untuk saham BUMI.
Dari sisi teknikal, CGS International Sekuritas memberikan gambaran level pergerakan saham BUMI. Jika harga bergerak naik, resistance pertama berada di level Rp 234 dan resistance kedua di Rp 238.
Sebaliknya, jika saham BUMI mengalami tekanan, support pertama berada di level Rp 226. Support kedua diperkirakan berada di level Rp 222.
Kombinasi antara pergerakan sideways dan akumulasi oleh investor menunjukkan potensi pergerakan berikutnya. Level support dan resistance menjadi acuan penting bagi pelaku pasar.
Dengan harga stagnan di Rp 230 dan volume mencapai 1,72 miliar saham, perhatian investor tetap tinggi terhadap saham ini. Perubahan arah pergerakan akan sangat ditentukan oleh kekuatan akumulasi yang terjadi.