Wall Street Reli, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi

Wall Street Reli, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi
Ilustrasi Wall Street reli, S&P 500 naik ke 7.259,22 dan Nasdaq 25.326,13 (https://media.licdn.com/dms/image/v2/D4D12AQHqllbCCtMn5A/article-cover_image-shrink_720_1280/B4DZ2bsZo4IkAI-/0/1776433601788?e=1779926400&v=beta&t=W631LkxPEvD7pJdy4Z6zazjMTfEO2XmUM

JAKARTA – Wall Street reli, S&P 500 naik ke 7.259,22 dan Nasdaq 25.326,13, didorong saham AI dan kinerja laba kuat.

Reli bursa saham Amerika Serikat kembali berlanjut dengan capaian rekor tertinggi baru pada indeks utama. Sentimen positif datang dari kombinasi kinerja laba perusahaan dan perkembangan geopolitik yang lebih stabil.

Pada perdagangan Selasa (5/5/2026), indeks S&P 500 ditutup menguat 0,81% ke level 7.259,22. Indeks Nasdaq naik 1,03% ke 25.326,13, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,73% ke 49.298,25.

Penguatan terjadi merata di seluruh sektor dalam indeks S&P 500. Sektor material memimpin dengan kenaikan 1,67%, diikuti sektor teknologi informasi yang naik 1,63%.

Sentimen pasar turut ditopang oleh kondisi geopolitik yang relatif mereda. Washington menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran tetap berlangsung sehingga meredakan kekhawatiran terkait Selat Hormuz.

Fokus investor saat ini tertuju pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan atau AI. Perancang chip AMD melonjak 4% menjelang rilis laporan keuangan dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan 33%.

Saham Intel mencatat lonjakan signifikan sebesar 13%. Kenaikan ini terjadi setelah laporan bahwa Apple tengah menjajaki penggunaan jasa manufaktur chip Intel.

Indeks semikonduktor PHLX juga mencatat kenaikan tajam sebesar 4,2% hingga mencapai rekor tertinggi. Secara kumulatif, indeks tersebut telah naik 55% sepanjang tahun 2026.

Dari sisi fundamental, perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan mencatat pertumbuhan laba agregat sebesar 28% secara tahunan pada kuartal pertama. Angka ini menjadi pertumbuhan laba kuartalan terkuat sejak tahun 2021.

"Pasar mengikuti fundamental. Laba masuk cukup kuat, dan harapannya adalah hal itu akan berlanjut hingga akhir tahun," kata Tom Hainlin, seorang ahli strategi investasi di U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis. sebagaimana dilansir dari berita sumber

"Pengeluaran bisnis tetap kuat, baik itu untuk AI atau alat produktivitas lainnya, dan konsumen terus berbelanja," kata Hainlin. sebagaimana dilansir dari berita sumber

Harga minyak mentah Brent mengalami penurunan namun masih berada di level US$ 110 per barel. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan energi masih menjadi faktor yang diperhatikan investor global.

Dari sisi data ekonomi, lowongan pekerjaan di Amerika Serikat tercatat sebanyak 6,866 juta pada bulan Maret. Angka ini sedikit di atas perkiraan sebesar 6,835 juta.

Data tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja masih cukup kuat. Kondisi ini memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.

Indeks Manajer Pembelian Non-Manufaktur (PMI) untuk April tercatat di angka 53,6. Angka ini sedikit di bawah perkiraan ekonom yang berada di level 53,7.

Sejumlah saham individu juga mencatat kinerja positif seiring rilis laporan keuangan. Archer-Daniels-Midland naik 3,8% setelah laba kuartal pertama melampaui ekspektasi.

Saham DuPont melonjak 8,4% setelah perusahaan menaikkan proyeksi laba tahunan. Pinterest juga menguat 6,9% setelah memperkirakan pendapatan kuartal kedua di atas ekspektasi analis.

Dengan kombinasi faktor fundamental, sektor teknologi, dan sentimen global, Wall Street terus menunjukkan tren positif. Investor kini mencermati keberlanjutan kinerja laba dan perkembangan ekonomi global ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index