Akuisisi OCBC Indonesia Tambah AUM Rp 89,8 Triliun

Akuisisi OCBC Indonesia Tambah AUM Rp 89,8 Triliun
Ilustrasi Akuisisi OCBC Indonesia Tambah AUM Rp 89,8 Triliun (https://businessplus.ie/wp-content/uploads/2025/11/AUM.jpg?resize=768,512)

JAKARTA – Akuisisi OCBC Indonesia atas IWPB HSBC menambah AUM Rp89,8 triliun dan memperkuat bisnis wealth management di Indonesia.

Langkah ekspansi besar dilakukan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) melalui aksi korporasi strategis. Akuisisi ini menyasar aset dan liabilitas bisnis ritel wealth management milik PT Bank HSBC Indonesia.

Kesepakatan tersebut dilakukan melalui penandatanganan perjanjian pada Senin (4/5/2026). Aksi ini menjadi bagian dari upaya memperdalam penetrasi OCBC Indonesia di segmen wealth management.

Akuisisi OCBC Indonesia mencakup berbagai portofolio penting dalam layanan keuangan. Di antaranya adalah deposito nasabah, obligasi, reksa dana, asuransi, kartu kredit, hingga pinjaman ritel.

Target penyelesaian transaksi ini ditetapkan pada kuartal II 2027. Dengan langkah ini, OCBC Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing di industri pengelolaan kekayaan.

Total aset kelolaan atau assets under management (AUM) yang dialihkan mencapai Rp 89,8 triliun. Nilai tersebut mencerminkan skala besar dari transaksi yang dilakukan.

Rincian AUM tersebut terdiri dari investasi nasabah senilai Rp 58,2 triliun. Selain itu terdapat juga simpanan nasabah sebesar Rp 31,6 triliun.

Tidak hanya itu, portofolio kredit ritel kecil juga ikut dialihkan. Nilainya mencapai Rp 3,6 triliun yang akan masuk ke dalam ekosistem OCBC Indonesia.

Adapun nilai transaksi ditentukan berdasarkan aset bersih IWPB Indonesia. Nilai tersebut ditambah premi sekitar Rp 6,5 triliun yang masih tunduk pada mekanisme penyesuaian.

IWPB Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu platform wealth management asing terbesar di Indonesia. Layanan ini melayani sekitar 336.000 individu melalui 26 cabang.

Setelah transaksi rampung, OCBC Indonesia diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan. AUM diperkirakan naik 25% dan saldo kartu kredit melonjak lebih dari 150%.

Selain itu, jumlah karyawan juga akan bertambah cukup besar. Sekitar 1.300 orang diperkirakan akan bergabung ke dalam organisasi OCBC Indonesia.

"Akuisisi di Indonesia ini sangat sesuai dengan strategi Next Frontier kami di bawah Franchise Shift untuk membangun jaringan waralaba kami di Indonesia. Ini mengikuti keberhasilan akuisisi dan integrasi PT Bank Commonwealth Indonesia pada tahun 2024, dalam memperluas penetrasi pasar kami di ekonomi terbesar Asia Tenggara. Indonesia adalah komitmen jangka panjang, dan pasar pertumbuhan utama," ungkap CEO Grup OCBC, Tan Teck Long, dalam keterangan tertulis dikutip dari laman resmi OCBC, Selasa (5/5/2026).

Kekuatan basis simpanan juga menjadi nilai tambah dari aksi ini. Total simpanan sebesar US$ 2,3 miliar dengan porsi CASA besar memberikan sumber pendanaan stabil.

Sinergi antar entitas dalam grup turut menjadi perhatian utama. Kolaborasi antara OCBC, Bank of Singapore, dan Great Eastern diharapkan memperkuat layanan wealth management.

"Kami menantikan kesempatan untuk melayani pelanggan ritel dan nasabah dengan aset tak tergantikan HSBC Indonesia serta menyambut rekan-rekan baru kami ke dalam keluarga OCBC," pungkasnya. sebagaimana dilansir dari berita sumber

Dengan strategi ini, Akuisisi OCBC Indonesia menjadi langkah penting dalam memperluas pasar. Fokus jangka panjang terhadap pertumbuhan di Indonesia semakin diperkuat melalui aksi korporasi ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index