JAKARTA – Bursa Asia menguat, Kospi naik hingga 5,3% dan sentuh rekor baru di tengah turunnya harga minyak.
Pergerakan bursa Asia-Pasifik dibuka kompak di zona hijau pada perdagangan Rabu (6/5/2026) pagi. Sentimen positif ini mengikuti penguatan Wall Street serta penurunan harga minyak global.
Pada pukul 08.38 WIB, indeks Hang Seng dibuka menguat 0,51% ke level 26.029,65. Penguatan ini mencerminkan optimisme investor terhadap kondisi pasar global yang lebih stabil.
Indeks Taiex mencatat kenaikan signifikan sebesar 1,55% ke posisi 41.402,18. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melesat tajam 5,3% ke level 7.304,72.
Di kawasan Australia, indeks ASX 200 turut menguat 0,98% ke 8.765,1. Kenaikan ini menunjukkan sentimen positif merata di berbagai bursa utama Asia.
Selanjutnya, indeks FTSE Straits Times naik 0,27% ke level 4.933,77. Indeks FTSE Malay KLCI juga menguat tipis 0,13% ke posisi 1.749,77.
Indeks Kospi Korea Selatan bahkan mencetak rekor baru seiring lonjakan signifikan tersebut. Kenaikan ini didorong oleh sentimen global yang membaik setelah Wall Street menguat pada sesi sebelumnya.
Penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor utama yang mendukung sentimen pasar. Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk Juni turun 1,96% menjadi US$100,27 per barel.
Selain itu, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk Juli juga turun 1,27% ke level US$108,48 per barel. Penurunan ini dinilai membantu meredakan tekanan inflasi global.
Dari sisi geopolitik, perkembangan di Timur Tengah turut menjadi perhatian investor. Presiden Donald Trump menyampaikan adanya penyesuaian dalam kebijakan terkait Selat Hormuz.
“Kami telah sepakat bersama bahwa, meskipun Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Freedom akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani,” kata Trump dalam unggahannya di Truth Social, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sebelumnya, militer AS telah memandu kapal komersial keluar dari Selat Hormuz sebagai bagian dari Proyek Freedom. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran jalur perdagangan global.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait keamanan jalur tersebut. “dua kapal komersial AS, bersama dengan kapal perusak Amerika, telah berhasil melewati selat tersebut dengan aman, menunjukkan bahwa jalur tersebut aman.” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kinerja indeks Kospi juga didukung oleh penguatan saham-saham unggulan di sektor teknologi. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing naik lebih dari 8% dan 9% pada perdagangan awal.
Secara keseluruhan, indeks Kospi telah naik 4,50% dan mencatatkan kenaikan lebih dari 70% sepanjang tahun ini. Kondisi ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan sektor teknologi.
Namun, tidak semua indeks bergerak searah dengan tren penguatan. Indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil justru turun tipis sebesar 0,15%.
Dengan penguatan mayoritas indeks dan dukungan sentimen global, bursa Asia menunjukkan tren positif pada awal perdagangan hari ini. Investor tetap mencermati perkembangan harga minyak dan dinamika geopolitik sebagai faktor utama penggerak pasar.