Ledakan Gudang Amunisi Suriah Tewaskan 11 Tentara di Deir Az Zor

Sabtu, 19 September 2026 | 22:05:00 WIB
Ledakan Gudang Amunisi Suriah Tewaskan 11 Tentara di Deir Az Zor

FINANSIALINSIGHT.COM — Sebelas tentara Suriah tewas dalam ledakan yang menghantam posisi militer di Kota Ayyash, Deir Az Zor bagian barat. Insiden ini menjadi ledakan kedua di fasilitas militer Suriah dalam kurun kurang dari dua pekan, setelah sebelumnya 14 tentara tewas di Idlib. Pemerintah provinsi melaporkan sembilan tentara lain mengalami luka-luka.

Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan ledakan terjadi di dalam tempat penyimpanan senjata yang berada di posisi Tentara Arab Suriah, demikian dilaporkan kantor berita resmi SANA. Prosesi pemakaman digelar pada Sabtu di Kota Deir Az Zor, sehari setelah para tentara tewas.

Rekaman upacara pemakaman yang disiarkan stasiun televisi negara Al Ikhbiriya memperlihatkan pelayat berkumpul di luar Rumah Sakit Nasional. Jenazah para tentara dibawa dalam prosesi dengan tubuh terbungkus bendera Suriah.

Al Ikhbiriya melaporkan para tentara tewas saat mengangkut amunisi berat di lokasi tersebut. Hingga kini penyebab ledakan belum ditentukan dan investigasi masih berlangsung, menurut pernyataan pemerintah provinsi.

Rangkaian Ledakan di Fasilitas Militer Suriah

Insiden di Deir Az Zor menambah daftar ledakan serupa yang terjadi dalam waktu berdekatan. Pada 9 September, sebuah ledakan mengguncang depo sementara berisi senjata dan sisa-sisa perang di Sarmada, Provinsi Idlib bagian barat laut.

Kementerian Pertahanan Suriah menyebut ledakan Sarmada menewaskan 14 tentara dan melukai lebih dari 10 orang, termasuk sejumlah warga sipil. Kementerian mengaku bertanggung jawab atas insiden itu dan menyatakan depo tersebut digunakan untuk mengumpulkan senjata serta amunisi sisa perang saudara sebelum dipindahkan sesuai prosedur standar.

Sebelumnya pada 1 September, sebuah kendaraan pengangkut amunisi meledak di Binnish, juga di Provinsi Idlib. Media negara Suriah melaporkan lima orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.

Kesulitan Mengamankan Sisa Amunisi Perang

Menteri Manajemen Darurat Suriah Raed al-Saleh mengatakan kementeriannya bekerja sama dengan lembaga pemerintah lain untuk menjauhkan warga sipil dari lokasi-lokasi penyimpanan amunisi. Pernyataan itu disampaikannya kepada media lokal Enab Baladi.

Al-Saleh mengakui sejumlah lokasi sulit diamankan sepenuhnya karena warga sipil terlibat dalam pengumpulan amunisi yang ditinggalkan. Kondisi ini memperbesar risiko kecelakaan saat proses pembersihan berlangsung.

Ledakan semacam ini menjadi peristiwa rutin di Suriah seiring upaya negara membersihkan tumpukan besar senjata dan amunisi yang tersisa setelah lebih dari 10 tahun perang saudara. Skala persediaan yang ditinggalkan membuat operasi pembersihan berjalan lambat dan berisiko tinggi.

Penyelidikan dan Perhatian pada Korban Sipil

Pemerintah provinsi Deir Az Zor menyatakan investigasi atas ledakan Ayyash masih berjalan untuk memastikan pemicunya. Belum ada pernyataan resmi yang mengarahkan dugaan ke pihak tertentu.

Yang menjadi sorotan sejumlah pengamat kemanusiaan adalah keterlibatan warga sipil dalam proses pengumpulan amunisi bekas perang. Praktik itu dinilai memperbesar peluang jatuhnya korban dari kalangan non-militer.

Pemerintah Suriah belum mengumumkan langkah baru untuk memperketat pengamanan lokasi penyimpanan senjata. Perkembangan penyelidikan ledakan Deir Az Zor diperkirakan menjadi perhatian dalam beberapa hari ke depan, terutama terkait upaya mencegah insiden serupa terulang.

Terkini