Ahmad Dedi Bantah Minta Rp500 Juta di Sidang Suap Bea Cukai

Ahmad Dedi Bantah Minta Rp500 Juta di Sidang Suap Bea Cukai
Ahmad Dedi Bantah Minta Rp500 Juta di Sidang Suap Bea Cukai

FINANSIALINSIGHT.COM — Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Ahmad Dedi membantah pernah meminta uang Rp500 juta kepada Bayu dalam sidang dugaan suap dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (18/9/2026). Dedi juga menegaskan dirinya bukan staf khusus Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) maupun Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam).

Dedi hadir sebagai saksi untuk terdakwa Orlando Hamonangan, yang menjabat Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan. Perkara ini menyangkut dugaan suap dan gratifikasi dalam pengurusan jalur importasi barang.

Dalam persidangan, jaksa mengonfirmasi keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyebut Dedi pernah menjadi staf khusus di BIN dan Kemenko Polkam. Dedi membantah keterangan itu.

Bantahan Status Staf Khusus

"Saya tidak pernah menerima keputusan presiden, gaji, maupun surat tugas resmi sebagai staf khusus di kedua lembaga tersebut," tegas Dedi di hadapan majelis hakim.

Dedi lalu menjelaskan asal muasal foto kartu identitas Polkam yang pernah diterimanya lewat WhatsApp dari orang tak dikenal. Kartu itu memakai foto lama dirinya dan mencantumkan nama serta gelar pendidikan yang tidak sesuai.

Foto kartu identitas tersebut sempat ia bagikan ke sejumlah rekannya. Dedi mengaku hal itu dilakukan hanya untuk bercanda.

Soal Tuduhan Permintaan Rp500 Juta

Terkait dugaan permintaan uang kepada Bayu, Dedi menyatakan tidak pernah meminta dana Rp500 juta maupun uang dalam bentuk apa pun. "Saya tidak pernah meminta dana kepada Bayu untuk keperluan apa pun," ujarnya.

Dedi beralasan tidak memiliki hubungan atasan dan bawahan dengan Bayu. Ia mengaku tidak mengenal Bayu secara dekat dan hanya mengetahui orang tersebut.

Mengenai goodie bag yang diduga berisi uang, Dedi menegaskan barang itu bukan untuk kepentingan pribadinya. "Kalaupun misalnya ini duit, Pak, saya pastikan ini bukan buat saya," kata Dedi.

Klaim Titipan untuk Organisasi

Dedi menerangkan bahwa dirinya beberapa kali diminta membantu meneruskan titipan kepada sebuah organisasi. "Saya beberapa kali diminta tolongin sama unit intelijen bahwa unit intelijen mau men-support satu organisasi. Jadi mereka menitipkan ke saya untuk disampaikan ke organisasi," ujarnya.

Jika bungkusan itu memang berisi uang, Dedi menegaskan dana tersebut bukan untuk dirinya. Dana bantuan dari unit intelijen Bea Cukai itu, katanya, diserahkan seluruhnya melalui staf administrasi.

Dedi juga menegaskan ide penyaluran dana tersebut bukan berasal darinya. "Saya tidak pernah meminta dana itu. Kalau ada pihak yang memberikan keterangan berbeda, saya siap dikonfrontasi," tegasnya.

Kesaksian Dedi menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan perkara yang menjerat Orlando Hamonangan. Bantahannya soal aliran dana dan status staf khusus bakal diuji lebih lanjut lewat keterangan saksi lain dan bukti yang diajukan jaksa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index