JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada pekan ketiga September 2026 dengan penurunan sebesar 1,43% menuju level 6.541,38.
Beberapa saham mampu menahan kejatuhan indeks saat pasar sedang menghadapi tekanan. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dari sektor barang baku, industri, serta infrastruktur mencatatkan penguatan 10,71% sekaligus menjadi penopang utama IHSG lewat sumbangan 13,80 basis poin.
Loncatan harga juga dialami PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) sebesar 17,29% dengan dorongan 10,87 poin. Sementara itu, PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) merangkak naik 10,93% menyumbang 8,55 poin, serta PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) melonjak 14,87% dengan kontribusi 8,82 poin.
Dua saham lain yang ikut menopang pergerakan IHSG adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT United Tractors Tbk (UNTR), dengan sumbangan positif masing-masing sebesar 4,03 poin dan 4,00 poin.
Mespi demikian, laju penguatan saham-saham tersebut belum sanggup membendung beban dari sektor energi dan perbankan.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan penurunan terbesarnya hingga 5,60% dan menjadi pemberat utama IHSG dengan kontribusi negatif 22,09 poin. Penurunan tajam juga dialami PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 13,51% yang membebani indeks hingga 23,63 poin.
Pelemahan berikutnya disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang masing-masing menyumbang dampak negatif berkisar antara 4,86 sampai 17,51 poin.
Di kawasan Asia Tenggara, penurunan IHSG sebesar 1,43% ini berjalan seirama dengan pergerakan mayoritas bursa saham utama di regional. Thailand menjadi salah satu pasar yang sukses menguat dengan kenaikan 0,58%.
Di sisi lain, Malaysia mengalami koreksi 1,25%, Filipina menyusut 0,47%, Vietnam tertekan 1,22%, dan Singapura mencatatkan penurunan cukup dalam dengan melemah 1,83%.