BEI Sebut ETF Emas dan Multikelas Masih Antre Terbit Hingga Akhir 2026

Sabtu, 19 September 2026 | 18:30:00 WIB
BEI Sebut ETF Emas dan Multikelas Masih Antre Terbit Hingga Akhir 2026

FINANSIALINSIGHT.COM — Dana kelolaan tujuh produk ETF emas di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp93,9 miliar hingga akhir Agustus 2026. Capaian itu mendorong sejumlah manajer investasi menyiapkan penerbitan ETF emas baru, sekaligus membuka jalan bagi produk ETF multikelas yang pengaturannya masih tergolong baru.

Kepala Unit Pengembangan Bisnis Produk Terstruktur BEI Pradapaningsih menyatakan pipeline penerbitan exchange traded fund masih terisi hingga akhir 2026. Sejumlah manajer investasi tengah menyiapkan produk anyar, dengan ETF emas sebagai jenis yang paling mendominasi.

”Pipeline penerbitan ETF setahu saya ada beberapa, tetapi masih yang ETF emas. Kemudian juga akan ada penerbit yang akan menerbitkan ETF multikelas,” kata Pradapaningsih saat ditemui di BEI, Sabtu (19/9/2026).

ETF Emas Jadi Primadona, Permintaan Dinilai Tinggi

Permintaan terhadap instrumen investasi berbasis emas menjadi alasan utama di balik derasnya minat manajer investasi. Pradapaningsih menyebut tingginya animo pasar membuat banyak MI berlomba menerbitkan produk serupa.

”Permintaannya cukup tinggi kalau untuk emas. Jadi banyak manajer investasi yang memang mau menerbitkan produk itu [ETF emas]. Aku enggak bisa disclose sih, tapi masih ada,” tegasnya.

Kendati demikian, BEI belum membuka jumlah pasti produk yang masuk dalam pipeline penerbitan. Pradapaningsih hanya memastikan antrean tersebut masih berjalan dan belum seluruhnya rampung.

ETF Multikelas Masih Tahap Persiapan

Berbeda dari ETF emas, penerbitan ETF multikelas belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pradapaningsih menjelaskan pengaturan produk ini masih terbilang baru di pasar modal Indonesia sehingga prosesnya butuh persiapan lebih panjang.

Sejumlah penerbit disebut telah menyatakan minat, namun belum ada yang menetapkan jadwal peluncuran resmi. Regulasi yang belum matang menjadi faktor utama yang menahan laju penerbitannya.

Dana Kelolaan ETF Emas Capai Rp93,9 Miliar

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan Hasan Fawzi memaparkan perkembangan instrumen berbasis emas di pasar modal. Menurutnya, pertumbuhan ETF emas mencerminkan makin beragamnya pilihan investasi bagi masyarakat.

”Sejak diluncurkan, hingga akhir Agustus ada 7 produk ETF emas yang diterbitkan 7 MI dengan dana kelolaan Rp93,9 miliar,” kata Hasan.

Angka tersebut dihimpun sejak ETF emas pertama kali diluncurkan di BEI. Tujuh manajer investasi tercatat sebagai penerbit, dengan total dana kelolaan yang terus bertambah seiring masuknya investor baru.

Bagi investor, penambahan pipeline ETF emas dan multikelas memperluas opsi diversifikasi portofolio di luar saham dan obligasi. Namun, calon investor tetap perlu mencermati prospektus, biaya pengelolaan, serta likuiditas masing-masing produk sebelum menempatkan dana.

Terkini