Produsen Alihkan DRAM ke HBM AI Harga Memori DDR4 Naik 50 Persen

Jumat, 21 Agustus 2026 | 04:31:29 WIB
Ilustrasi memori RAM (FOTO : NET)

JAKARTA – Ancaman kenaikan harga memori RAM ternyata tidak hanya membayangi lini atas, tetapi juga menyasar pasar memori lama. Memori DDR4 yang masih menjadi tulang punggung banyak PC dan perangkat lama diperkirakan akan mengalami kenaikan harga serius akibat pengalihan kapasitas produksi produsen ke High Bandwidth Memory (HBM).

Morgan Stanley memprediksi harga memori DDR4 dapat melonjak sekitar 50% pada kuartal ketiga 2026 dan berpotensi naik lebih dari 10% pada kuartal berikutnya. Kondisi ini dipicu oleh menyusutnya stok setelah produsen besar menghentikan produksi baru demi mempercepat pembuatan HBM yang lebih menguntungkan untuk kebutuhan AI.

DDR4 bukan satu-satunya korban karena Morgan Stanley juga memperkirakan harga SLC NAND dapat meningkat lebih dari 50% pada kuartal ketiga dan keempat, sementara NOR Flash berpotensi mengalami kenaikan berikutnya. Kenaikan harga ini mulai merembet ke kategori memori tradisional akibat prioritas produsen pada chip dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana boom AI mengubah struktur industri memori di tingkat konsumen. Produsen raksasa seperti Samsung, SK hynix, dan Micron memiliki insentif kuat untuk mengalokasikan kapasitas ke HBM seiring meningkatnya kebutuhan pusat data AI, di saat pembangunan kapasitas produksi baru memerlukan waktu bertahun-tahun.

Morgan Stanley mencatat bahwa pembeli dari sektor AI dan cloud memiliki posisi lebih kuat karena mampu mengamankan pasokan melalui kontrak jangka panjang. Sementara itu, pembeli tradisional di lini konsumen harus berebut kapasitas yang tersisa.

Kondisi ini menyebabkan opsi membangun platform lama bagi gamer dan pengguna PC tidak lagi menjadi jalan keluar dari krisis memori. DDR4 yang seharusnya menjadi pilihan ekonomis berteknologi lama tidak lagi terjamin harganya akan tetap terjangkau di masa depan ketika produksinya dikurangi.

Tags

Terkini