Vale Indonesia Catat Tonggak Baru Hilirisasi Nikel Lewat Autoclave

Vale Indonesia Catat Tonggak Baru Hilirisasi Nikel Lewat Autoclave
Ilustrasi PT Vale Indonesia Tbk (sumber foto : NET)

JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) sebagai emiten anggota BUMN Holding Industri Pertambangan bersama GEM Co. Ltd. dan Ecopro kembali menandai pencapaian penting dalam pengembangan hilirisasi nikel berkelanjutan lewat kedatangan peralatan autoclave.

Peralatan utama ini dialokasikan untuk proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Sambalagi, Morowali, Sulawesi Tengah, yang berfungsi mengolah bijih limonit menggunakan suhu dan tekanan tinggi serta asam sulfat guna mengekstraksi nikel dan kobalt.

Hasil pengolahan tersebut berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang menjadi bahan baku vital rantai pasok baterai kendaraan listrik.

Fasilitas HPAL Sambalagi dirancang memproduksi sekitar 90.000 ton nikel per tahun dalam bentuk MHP dengan pasokan bahan baku 10.4 juta ton bijih limonit per tahun dari Blok Bahodopi milik PT Vale.

Pengembangan fasilitas tiga jalur produksi (Line A, B, dan C) ini ditargetkan mencapai first mechanical completion pada akhir 2026.

Kedatangan autoclave menjadi tahap penting dalam konstruksi fasilitas pengolahan nikel berkarbon rendah yang masuk dalam Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), fasilitas ini mendukung percepatan hilirisasi nikel serta ekosistem kendaraan listrik nasional.

Penetapan status PSN tersebut tertuang dalam Permenko Perekonomian No. 9 Tahun 2022 dan No. 21 Tahun 2022 untuk mega-proyek integrasi tambang PT Vale di Blok Bahodopi.

Proyek HPAL yang terintegrasi dengan tambang dikembangkan melalui PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI), yakni perusahaan patungan PT Vale, GEM Co., Ltd., dan EcoPro.

Fasilitas yang berdiri di kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP) Morowali ini dirancang untuk mendukung industri hilir nikel global serta transisi ekonomi rendah karbon.

Presiden Direktur & Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, menyatakan bahwa kedatangan alat tersebut menjadi bukti kemajuan proyek dan komitmen hilirisasi berkelanjutan.

"Kedatangan autoclave merupakan tonggak penting dalam Proyek HPAL Sambalagi. Sebagai jantung dari process HPAL, autoclave akan memungkinkan pengolahan bijih limonit menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mendukung rantai pasok global kendaraan listrik,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Momen ini menjadi fondasi awal sebelum pemasangan peralatan utama, commissioning, hingga pengoperasian fasilitas HPAL Sambalagi.

Hal ini juga mempertegas komitmen PT Vale dan mitra dalam menghadirkan industri pengolahan nikel berdaya saing, aman, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Guna mendukung operasi yang ramah lingkungan, proyek HPAL Sambalagi menerapkan berbagai solusi rendah karbon.

Pasokan listrik operasional didukung oleh Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) yang memanfaatkan sisa panas proses produksi.

Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya juga disiapkan guna memaksimalkan pemanfaatan energi bersih di kawasan tersebut.

Proyek ini turut membangun sarana pendukung seperti dermaga logistik, utilitas, hunian pekerja, dan fasilitas sosial.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan proyek ini menjadi arah baru hilirisasi Indonesia yang mengedepankan kolaborasi internasional dan keberlanjutan.

“HPAL Sambalagi hari ini menempatkan standar baru, bukan sekadar mengikuti standar yang sudah ada. Proyek ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas negara—Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok—dapat berjalan selaras dengan kepentingan nasional kami, yaitu membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menambahkan bahwa kedatangan autoclave menjadi simbol dari pembangunan ekosistem hilirisasi yang terintegrasi untuk memperkuat daya saing bangsa.

“Hari ini kami memang menyambut kedatangan autoclave di HPAL Sambalagi. Namun sesungguhnya yang sedang kami bangun bukan hanya fasilitas industri. Kami sedang membangun ekosistem hilirisasi lengkap dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia. Inilah makna sesungguhnya dari hilirisasi: menciptakan nilai, menciptakan kesempatan, dan menciptakan harapan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, menyambut baik proyek HPAL Sambalagi yang dinilai memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus memperhatikan aspek sosial.

“Kami mengapresiasi komitmen PT Vale dan para mitra yang tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang serta membuka akses bagi masyarakat terhadap berbagai fasilitas yang telah dibangun. Pendekatan seperti inilah yang kami harapkan, di mana pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, turut mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek yang memperkuat posisi Morowali sebagai pusat hilirisasi mineral nasional.

“Pemerintah Kabupaten Morowali menyambut baik perkembangan Proyek HPAL Sambalagi sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui hilirisasi ndustri. Kami meyakini, kehadiran investasi seperti ini akan membuka lebih banyak peluang kerja, menggerakkan sektor usaha lokal, serta memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index