JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mencabut suspensi perdagangan saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) terhitung mulai Rabu (22/7/2026).
Sebelumnya, penghentian sementara perdagangan efek tersebut diterbitkan oleh BEI pada 30 Juni 2026 akibat sanksi keterlambatan penyampaian laporan keuangan auditan tahunan per 31 Desember 2025 bagi emiten di papan utama dan papan pengembangan.
Kendati demikian, ZATA saat ini telah menyelesaikan seluruh pemenuhan kewajiban yang menjadi alasan pembekuan sahamnya tersebut.
"Maka bursa mencabut suspensi efek ZATA di pasar reguler dan pasar tunai terhitung sejak pra-pembukaan perdagangan efek pada hari Rabu, 22 Juli 2026," jelas pengumuman BEI, Rabu (22/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sesaat setelah suspensi dicabut, pergerakan saham ZATA terpantau langsung melesat drastis. Pada sekitar pukul 09.30 WIB, harga saham ZATA melonjak 30% hingga mencapai posisi Rp 65 per lembar. Perdagangan saham ini pun berlangsung sangat aktif dan diserbu investor dengan nilai transaksi yang mencatatkan angka Rp 28,96 miliar.
Terkait kewajiban laporan keuangan, ZATA telah menyerahkan laporan keuangan tahunan tahun buku 2025 pada 9 Juli 2026. Selanjutnya, perseroan juga menyajikan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026 pada 10 Juli 2026.
Emiten milik Asep Sulaeman Sabanda, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), tersebut telah memaparkan kinerja keuangan untuk periode per 31 Maret 2026 atau kuartal pertama tahun ini.
Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 8 miliar. Angka ini mengalami pertumbuhan dibanding capaian periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 6 miliar.
Peningkatan kinerja tersebut terlihat makin signifikan jika dibandingkan dengan kuartal IV-2025. Merujuk pada data aplikasi Stockbit Sekuritas, ZATA pada kurun waktu kuartal terakhir tahun lalu itu cuma membukukan laba bersih Rp 110 juta.
Sementara itu, angka penjualan Bersama Zatta Jaya di kuartal I-2026 mencatatkan Rp 74,19 miliar. Capaian ini menunjukkan peningkatan bila dibandingkan dengan nominal Rp 67,29 miliar pada periode kuartal yang sama tahun 2025.
Selain itu, posisi kas dan setara kas ZATA melonjak drastis hingga menyentuh Rp 31,61 miliar per 31 Maret 2025. Perolehan tersebut meroket 316% jika dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang tercatat sebesar 7,59 miliar.
Pihak manajemen ZATA menerangkan bahwasanya lonjakan kas dan setara kas yang mencapai 316% itu terdorong oleh peningkatkan penerimaan pendapatan selama momentum Idulfitri, sejalan dengan bertambahnya aktivitas penjualan dan transaksi pelanggan.