GAA Lepas 82,5 Persen Saham MBSS kepada Wibowo Group Capital

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:43:24 WIB
Ilustrasi saham (Sumber : NET)

JAKARTA – PT Galley Adhika Arnawarma (GAA), selaku pengendali PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), bersiap melepas seluruh porsi kepemilikan sahamnya kepada PT Wibowo Group Capital (WGC).

Saat ini, GAA menggenggam 82,5 persen saham di emiten penyedia jasa angkutan batu bara dan nikel tersebut. Entitas GAA dimiliki oleh entitas penerima manfaat akhir dari MBSS yang merupakan bagian dari Daidan Group, di mana Grace juga mengendalikan entitas pelayaran lain seperti PT Anaga Shipping Indonesia dan PT Kemala Shipping.

Sekretaris Perusahaan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk, Emy Oktavia menyampaikan bahwa GAA dan WGC telah menyepakati perjanjian jual beli saham bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) pada 21 Juli 2026 terkait pengalihan 1,44 miliar saham atau setara 82,5 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan.

"Penandatanganan CSPA merupakan tahap awal yang mengikat para pihak dalam pelaksanaan transaksi akuisisi saham perseroan," katanya dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Emy menjelaskan bahwa perampungan transaksi akuisisi ini akan dilaksanakan usai seluruh syarat pendahuluan yang tercantum dalam CSPA dipenuhi. Pihak perseroan nantinya bakal mempublikasikan keterbukaan informasi susulan mengenai perkembangan material sesuai regulasi yang berlaku.

"Transaksi antara penjual dan pembeli tidak terdapat hubungan afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No.42/POJK/04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, informasi detail mengenai identitas PT Wibowo Group Capital masih terbatas, namun tercatat berkedudukan di Gandasari Tower, Jakarta Selatan.

Mendekati penutupan sesi perdagangan, pergerakan saham MBSS melonjak sekitar 7 persen hingga menyentuh level Rp2.750 menyusul pengumuman kabar akuisisi tersebut. Sepanjang kurun waktu satu tahun terakhir, nilai saham perseroan tercatat telah menguat 50 persen akibat munculnya rumor akuisisi, khususnya oleh Salim Group.

Terkini