JAKARTA – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) lewat anak perusahaannya, Telkomsel, menjadi pemenang utama lelang spektrum 5G setelah mengamankan total spektrum sebesar 100 MHz. Kondisi ini membuat target harga saham TLKM langsung disesuaikan ke atas.
“Perolehan tersebut makin memperkuat keunggulan jaringan Telkomsel dibandingkan para pesaingnya,” tulis analis Samuel Sekuritas Indonesia, Jason Sebastian dalam risetnya, Selasa (21/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) rampung menyelenggarakan lelang spektrum frekuensi 700 MHz serta 2,6 GHz pada 10 Juli 2026. Gelaran lelang untuk akselerasi jaringan 5G ini ikut mengokohkan prospek jangka panjang industri telekomunikasi seluler di tanah air.
Selain Grup Telkom (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT) mengamankan spektrum hingga 80 MHz guna mempertahankan daya saingnya. Sementara itu, PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) turut mengantongi total spektrum sebesar 80 MHz.
“Tambahan spektrum tersebut diperkirakan dapat memperkuat jangkauan dan kualitas jaringan EXCL,” jelas Jason sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Masing-masing operator diproyeksikan akan meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex) mereka secara berkesipformatan. Alokasi dana capex tersebut dialokasikan untuk pemenuhan biaya spektrum sekaligus merealisasikan komitmen perluasan jaringan.
Sasaran tersebut mencakup perluasan jangkauan 4G ke 538 desa yang kawasannya masih minim akses telekomunikasi. Ditambah lagi, para operator diwajibkan membangun infrastruktur 5G yang sanggup menjangkau 51 persen populasi Indonesia.
Pengeluaran awal yang mesti disetorkan pada lelang ini terhitung lebih rendah dibandingkan lelang spektrum 4G pada periode terdahulu. Skema ini memberikan dorongan positif bagi para pelaku industri telekomunikasi untuk mengakselerasi jaringan 5G.
Kendati demikian, Jason menilai beban bunga pinjaman dan biaya spektrum berpotensi menekan margin profitabilitas operator dalam jangka pendek. Efek tekanan ini dapat berlangsung selama komersialisasi 5G belum menghasilkan imbal hasil pendapatan yang sepadan dengan investasi.
Sektor telekomunikasi seluler tanah air dinilai mengantongi valuasi yang paling terjangkau ketimbang negara tetangga di kawasan regional. Berangkat dari hal itu, Samuel Sekuritas menaikkan rekomendasi sektor telekomunikasi dari netral menjadi overweight.
Langkah pengerek rekomendasi ini ditopang oleh kesuksesan lelang spektrum 5G serta tingkat valuasi sektor yang amat menjanjikan. Mengacu pada estimasi 2027, nilai valuasi sektor telekomunikasi Indonesia berada di posisi rasio EV/EBITDA 4,2 kali.
“Valuasi tersebut sekitar 16 persen lebih rendah dibandingkan sektor telekomunikasi Filipina,” ungkap Jason sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Samuel Sekuritas mengerek target harga saham TLKM dari posisi Rp 2.900 menuju Rp 3.300, sekaligus mengubah rekomendasinya dari hold menjadi buy.
Penyesuaian rekomendasi tersebut merefleksikan optimisme terhadap prospek Telkomsel usai menguasai porsi alokasi spektrum terbesar dalam lelang.
Adapun rekomendasi saham EXCL masih dipatok hold pada target harga Rp 2.700 lantaran perusahaan perlu membenahi operasional dan konsolidasi pasca merger demi menyehatkan neraca keuangan.
Pilihan prioritas jatuh pada saham ISAT dengan rekomendasi buy pada target harga Rp 2.500.
Performa ISAT didukung oleh penerapan strategi asset-light yang efisien, ditambah potensi dana segar Rp 1,17 triliun dari hasil pelepasan aset jaringan serat optik (fiber).