Mendag Sebut Harga Telur dan Daging Ayam Mulai Mendekati HET

Mendag Sebut Harga Telur dan Daging Ayam Mulai Mendekati HET
Ilustrasi daging ayam dan telur (Sumber : NET)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai pergerakan harga komoditas telur dan daging ayam kini berada dalam kondisi yang semakin sehat. Pergerakan harga di tingkat konsumen terus mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga kepentingan peternak maupun masyarakat dapat tetap terjaga.

Menurutnya, HET bukan sekadar batas nominal harga bagi pembeli, melainkan titik temu antara biaya produksi peternak dan daya beli publik. Oleh karena itu, tingkat harga yang terlalu rendah justru berpotensi memukul keberlangsungan usaha peternak.

"Kemudian telur, daging ayam sekarang sudah mulai mendekati HET ya, walaupun masih sedikit, ini perlu ya, kenapa? Karena harga eceran tertinggi ini harga pertemuan antara produsen peternak dengan konsumen," kata Budi di Gedung DPR, Selasa (21/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, pemerintah terus memantau arus distribusi komoditas pangan antardaerah agar ketersediaan stok tetap merata. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi penumpukan pasokan di satu wilayah serta kekurangan di wilayah lain yang berisiko memicu gejolak harga.

"Jadi kalau mendekati HET itu justru bagus, karena kalau harga turun di bawah HET jauh, berarti peternak dirugikan ya, jadi kalau peternak dirugikan kemudian tidak bisa produksi berarti akan terjadi kelangkaan barang," sebut Budi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terciptanya keseimbangan harga menjadi faktor krusial agar rantai pasokan pangan tetap berputar secara berkelanjutan. Kondisi ini memungkinkan produsen memperoleh margin keuntungan yang wajar tanpa membuat masyarakat dibebani harga yang terlalu tinggi.

"Nah ketika mendekati harga HET ini kan sudah disepakati di situ produsen tetap jalan tetapi juga konsumen tidak dirugikan karena sudah kami hitung harga atau biaya produksinya sebesar apa itu udah kami hitung semua," kata Budi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Beberapa waktu lalu harga telur sempat anjlok hingga memicu keluhan dari para peternak. Ketika saat ini harganya perlahan merangkak naik, titik keseimbangan harga antara konsumen dan produsen mulai kembali terbentuk.

"Jadi dengan menuju naik menuju HET sebenarnya harga yang ideal ya sehingga semua berjalan dengan baik," ujar Budi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index