Optimalkan Produksi, Esta Indonesia Targetkan Pertumbuhan Dua Kali Lipat

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:41:57 WIB
Ilustrasi: Fasilitas produksi baru Esta Indonesia di Demak siap meningkatkan kapasitas sarang burung walet dua kali lipat pada 2026.(Foto: NET)

JAKARTA – PT Esta Indonesia Tbk (NEST) membidik lonjakan kapasitas produksi sarang burung walet hingga dua kali lipat pada akhir tahun 2026. Langkah strategis ini didukung oleh mulai beroperasinya fasilitas produksi baru yang terletak di Demak, Jawa Tengah.

Direktur Utama Esta Indonesia, Anton Siswanto Hoo, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk menangkap pertumbuhan permintaan ekspor, terutama dari pasar China. "Dengan beroperasinya fasilitas produksi yang baru di Demak, NEST memperkirakan kapasitas produksi akan bertumbuh dua kali lipat pada akhir tahun 2026," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Anton menekankan pentingnya penguatan rantai pasok agar seluruh fasilitas produksi perseroan dapat berjalan secara optimal. "Tentunya fasilitas produksi perusahaan tidak akan optimal apabila manajemen tidak memperhatikan rantai pasok, baik dari segi kuantitas maupun kualitas," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sebagai langkah nyata, NEST kini mengembangkan sistem pengelolaan rumah burung walet yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Teknologi digital ini memungkinkan pemantauan suhu dan kelembapan di dalam rumah burung secara real time demi menjaga kondisi mikroklimat ideal.

Saat ini, penerapan teknologi IoT telah berjalan di 15 rumah burung walet milik perseroan dan akan diperluas kepada mitra strategis di berbagai wilayah Indonesia. Data yang dihimpun melalui IoT akan menjadi fondasi utama dalam pengelolaan rumah burung guna meningkatkan produktivitas serta mempertahankan standar kualitas.

Perseroan tetap optimistis melihat prospek cerah industri hilir sarang burung walet karena adanya pergeseran tren konsumsi di China. Produk sarang burung walet kini tidak lagi hanya dianggap sebagai makanan premium, melainkan sudah dikategorikan sebagai produk kesehatan (wellness product).

Minuman siap konsumsi (ready-to-drink) yang berbahan dasar sarang burung walet kini semakin populer dan diterima oleh masyarakat luas. Tren ini membuka ceruk pasar baru yang jauh lebih luas bagi perseroan dalam mengembangkan produk gaya hidup konsumen.

NEST juga menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk agar selaras dengan standar keamanan pangan internasional yang ketat. Produk ekspor harus memenuhi kriteria fisik serta lolos uji kadar protein, ambang batas logam berat, dan kontaminan lainnya.

Setelah sempat mencatat penurunan laba bersih sebesar 26,59 persen sepanjang tahun 2025, NEST berhasil membalikkan keadaan pada kuartal I/2026. Perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih mencapai 38 persen secara tahunan (year-on-year) pada periode tersebut.

Pihak perseroan meyakini momentum pemulihan keuangan ini akan terus terjaga sepanjang tahun 2026. Optimisme tersebut didorong oleh kuatnya permintaan pasar ekspor serta tambahan kapasitas dari pabrik baru di Demak.

Terkini