JAKARTA – PT GTS Internasional Tbk (GTSI) tengah merancang serangkaian strategi ekspansi untuk tahun 2026. Langkah ini mencakup pengembangan proyek regasifikasi hingga penjajakan akuisisi armada kapal LNG carrier.
Direktur Utama GTSI, Yon Irawan, mengungkapkan bahwa perusahaan akan melanjutkan pengembangan proyek regasifikasi serta mengevaluasi peluang akuisisi kapal berkapasitas menengah. "Sepanjang tahun 2026, GTSI akan melanjutkan ekspansi bisnis melalui rencana pengembangan proyek regasifikasi, evaluasi peluang akuisisi atau kerja sama armada LNG carrier berkapasitas menengah dan penjajakan peluang kerja sama yang lebih luas di bidang LNG," sebagaimana dilansir dari sumber berita.
GTSI juga fokus pada peningkatan utilisasi armada, optimalisasi biaya operasional, serta penguatan keandalan operasional perusahaan. Perseroan berencana memperkokoh struktur permodalan guna menopang pertumbuhan jangka panjang.
Yon memandang prospek industri LNG ke depan tetap menjanjikan dengan pertumbuhan permintaan di Asia Pasifik yang diprediksi di atas 4 persen pada 2026. Hal ini sejalan dengan proyeksi kenaikan pasokan LNG global sebesar lebih dari 7 persen.
"GTSI optimistis dapat terus mengambil peran dalam menjembatani kebutuhan energi antarwilayah kepulauan di Indonesia melalui distribusi LNG berbasis maritim," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Selain itu, perseroan berkomitmen melanjutkan implementasi roadmap ESG yang kini berada pada tahap performing.
Optimisme ekspansi ini didukung oleh kinerja keuangan positif sepanjang tahun 2025 dengan total pendapatan mencapai US$34,7 juta atau naik 7,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor jasa sewa kapal menjadi penyumbang utama pendapatan dengan porsi mencapai kisaran 98 persen selama tiga tahun terakhir.
Pada tahun 2025, perseroan mencatatkan laba bersih senilai US$1,5 juta. Total aset GTSI juga meroket sebesar 32,25 persen menjadi US$149,2 juta, didorong oleh penambahan armada kapal Danaputri 1 dan kenaikan piutang usaha.
Yon menambahkan bahwa perseroan telah mengimplementasikan strategi diversifikasi bisnis melalui penambahan armada kapal sepanjang tahun 2025. "Investasi ini tidak hanya memperkuat daya saing, tetapi juga mendukung pertumbuhan jangka panjang dalam industri logistik maritim yang semakin menantang," sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Perseroan juga terus melakukan inisiatif efisiensi melalui optimalisasi rute pelayaran dan digitalisasi operasional kapal. Langkah ini diterapkan demi menjaga profitabilitas di tengah tantangan industri logistik maritim.