ISAT 1Q26 In-Line, Pendapatan Naik 12,1% Ditopang ARPU

Kamis, 30 April 2026 | 13:51:57 WIB
Ilustrasi Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) (https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/1200x0/webp/photo/p1/634/2024/08/12/ISAT3-1653881256.jpg)

JAKARTA – Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) mencatat kinerja 1Q26 in-line dengan ARPU mobile mencapai Rp45.000, tumbuh 15% YoY, tertinggi sejak merger perusahaan.

Perseroan yang beroperasi dengan nama Indosat Ooredoo Hutchison ini merilis hasil keuangan kuartal pertama 2026 pada 29 April 2026, mengusung tema besar "Empowering Indonesia: 5G Momentum, Universal AI, Neocloud Excellence." Kinerja yang solid ini ditopang oleh pertumbuhan ganda di sisi pendapatan dan EBITDA, sekaligus menegaskan arah transformasi perseroan sebagai telekomunikasi berbasis kecerdasan buatan.

"IOH started 2026 with a strong Q1 performance, positioned for a solid year ahead," ujar Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, sebagaimana disampaikan dalam materi presentasi kinerja perseroan, Selasa (29/4/2026).

Nicky Lee selaku Chief Financial Officer perseroan menambahkan, bahwa pendapatan kuartal pertama 2026 yang naik 12,1% secara tahunan menjadi Rp15,2 triliun terutama didorong oleh segmen seluler, di mana perjalanan peningkatan ARPU terus menunjukkan tren yang stabil dari kuartal ke kuartal seiring eksekusi strategi berbasis AI dan peningkatan pengalaman jaringan.

Di sisi profitabilitas, EBITDA perseroan tumbuh 12,9% secara tahunan menjadi Rp7,2 triliun, melampaui laju pertumbuhan pendapatan. Margin EBITDA pun ikut menguat sebesar 40 basis poin menjadi 47,6%, mencerminkan kedisiplinan perseroan dalam mengendalikan biaya operasional. Laba bersih ternormalisasi melonjak 26,2% secara tahunan menjadi Rp1,5 triliun, jauh melampaui pertumbuhan pendapatan dan mencerminkan leverage operasional yang bekerja efektif.

Dari sisi operasional, ARPU seluler mencapai Rp45.000 atau naik 15,3% secara tahunan—angka tertinggi yang pernah dicapai perseroan sejak penggabungan usaha. Jumlah pelanggan seluler tetap stabil di kisaran 94 juta, sementara trafik data melonjak 25,1% menjadi 4.906 petabyte. Segmen Home Broadband turut mencatatkan pertumbuhan pesat dengan jumlah pelanggan naik 23,4% secara tahunan menjadi 415.000.

Salah satu gebrakan strategis yang menjadi sorotan adalah kemitraan perdana di Indonesia antara perseroan dengan Google Gemini. Kolaborasi ini dirancang untuk menawarkan bundel layanan data sekaligus berlangganan Google Gemini kepada pelanggan, dengan ekspektasi peningkatan ARPU sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai pemimpin layanan AI di lini depan. Portofolio AI perseroan semakin lengkap dengan hadirnya layanan Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis AI serta platform bahasa besar Sahabat-AI.

Bisnis AI Neocloud yang ditenagai infrastruktur NVIDIA juga mulai menunjukkan traksi nyata. Segmen ini membukukan pendapatan sebesar USD16 juta selama kuartal pertama 2026, dengan nilai kontrak yang telah diperoleh mencapai sekitar USD170 juta untuk 3 tahun ke depan. Manajemen menegaskan bahwa lini bisnis baru ini langsung memberikan kontribusi positif terhadap laba per saham sejak hari pertama beroperasi.

Investasi infrastruktur perseroan juga meningkat drastis, dengan belanja modal yang dikapitalisasi melonjak 59,6% secara tahunan menjadi Rp4,2 triliun. Nilai ini setara 32% dari panduan belanja modal penuh tahun 2026, mencerminkan strategi front-loading yang dirancang untuk menangkap peluang pertumbuhan lebih awal. Di sisi neraca, utang bersih menyusut 9,2% secara tahunan menjadi Rp8,5 triliun, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA membaik ke level 0,31 kali.

Untuk keseluruhan tahun 2026, manajemen memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA masing-masing pada kisaran mid-to-high single digit, dengan estimasi total belanja modal sekitar Rp13 triliun. Proyeksi tersebut belum memasukkan biaya lisensi spektrum baru maupun belanja modal GPU berbasis kontrak, sehingga realisasi investasi aktual berpotensi lebih tinggi seiring perkembangan regulasi dan ekspansi infrastruktur AI.

Terkini