JAKARTA – Laba PANI meledak 1.066% menjadi Rp578 miliar hanya dalam 3 bulan pertama 2026, sebuah lompatan yang mencerminkan percepatan pengakuan pendapatan dari proyek-proyek kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) yang terus bergulir agresif.
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) merilis laporan keuangan per 31 Maret 2026 dengan gambaran yang sulit diabaikan para investor. Pertumbuhan laba yang melampaui 10 kali lipat secara tahunan ini beriringan dengan marketing sales yang juga mencetak rekor baru di awal tahun, menegaskan bahwa mesin bisnis PIK2 berputar jauh lebih kencang dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Sebagai awal tahun yang kuat di tengah dinamika makroekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik," ujar Sugianto Kusuma, Presiden Direktur PANI, di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Sugianto Kusuma menambahkan, pencapaian marketing sales pada awal tahun ini mencerminkan apresiasi pasar yang tetap tinggi terhadap kualitas produk dan pengembangan kawasan PIK2. Menurutnya, permintaan yang resilien, khususnya pada segmen hunian premium dan area komersial strategis, menjadi fondasi yang baik untuk mendorong kinerja sepanjang 2026.
Pada kuartal I-2026, marketing sales PANI tercatat sebesar Rp987 miliar, melonjak 112 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen residensial premium dan produk komersial di kawasan PIK2 yang terus diminati pembeli.
Lonjakan laba yang menembus 4 digit ini melanjutkan tren pertumbuhan eksponensial yang sudah terbentuk sejak 2022, ketika PANI mulai bertransformasi penuh menjadi pengembang properti berskala besar. Sepanjang tahun buku 2025, perseroan membukukan laba bersih Rp1,14 triliun, tumbuh 83,89 persen YoY, dengan pendapatan Rp4,31 triliun atau naik 52,37 persen dari tahun sebelumnya.
Fondasi neraca PANI juga tercatat dalam kondisi sehat. Per akhir 2025, total aset perseroan mencapai Rp50,58 triliun, naik 8,62 persen secara tahunan. Total liabilitas berhasil ditekan 5,31 persen, sementara ekuitas melonjak 19,09 persen menjadi Rp31,66 triliun, didukung serangkaian aksi korporasi berupa rights issue dan private placement yang memperkuat struktur permodalan.
Target marketing sales PANI untuk sepanjang 2026 dipatok pada angka Rp4,3 triliun, angka yang disusun dengan pendekatan konservatif dan mempertimbangkan dinamika geopolitik global. Dengan marketing sales kuartal I yang sudah menyentuh Rp987 miliar atau setara sekitar 23 persen dari target tahunan, perseroan berada di jalur yang cukup solid untuk mengejar target tersebut.
Kawasan PIK2 terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pengembangan properti paling strategis di Indonesia. Kehadiran fasilitas seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta konektivitas langsung menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta menjadi daya tarik tambahan yang memperkuat daya serap pasar atas produk-produk PANI di kawasan tersebut.