Saham Energi Melonjak Saat Tanker Minyak Terancam di Selat Hormuz

Minggu, 26 April 2026 | 14:50:06 WIB
iLUSTRASI SAHAM ENERGI (https://listrikindonesia.com/assets/berita/webp/75616270445-saham_sektor_energi_di_hp.webp)

JAKARTA - Pantau lonjakan saham energi yang dipicu oleh meningkatnya ancaman keamanan terhadap tanker minyak di Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kekhawatiran akan terganggunya jalur nadi perdagangan minyak dunia telah memicu aksi beli masif pada sektor pertambangan dan pengolahan minyak di bursa internasional.

Para pelaku pasar kini sangat mewaspadai potensi hambatan pengiriman yang dapat mengakibatkan kelangkaan pasokan mentah secara global dalam waktu singkat.

"Setiap gangguan pada lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz akan langsung memicu premi risiko yang sangat besar pada harga energi," ujar Helima Croft, sebagaimana dilansir dari cnbc.com, Sabtu (25/4/2026).

Indeks sektor energi tercatat melesat lebih dari 3 persen dalam satu sesi perdagangan terakhir sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kenaikan margin laba perusahaan.

Sekitar 21.000.000 barel minyak mentah melewati selat tersebut setiap hari, yang menjadikannya titik paling krusial bagi stabilitas ekonomi dunia saat ini.

John Kilduff berpendapat bahwa pasar saat ini berada dalam kondisi siaga tinggi karena tidak adanya jalur alternatif yang mampu menggantikan kapasitas distribusi di wilayah tersebut.

Kenaikan biaya asuransi pengiriman barang juga mulai merangkak naik seiring dengan meningkatnya risiko keamanan bagi armada kapal tangki yang melintas.

Investor mulai mengalihkan modal mereka ke perusahaan-perusahaan eksplorasi yang memiliki basis produksi di luar kawasan Timur Tengah guna mencari perlindungan nilai.

"Situasi ini memaksa para manajer investasi untuk mendiversifikasi portofolio mereka ke emiten energi yang memiliki ketahanan operasional tinggi," kata Amrita Sen, dikutip dari cnbc.com, Sabtu (25/4/2026).

Peningkatan volume perdagangan terlihat pada saham-saham penyedia jasa logistik energi yang memiliki kontrak jangka panjang dengan fasilitas penyimpanan strategis.

Sejumlah analis memprediksi bahwa volatilitas ini akan terus bertahan selama belum ada jaminan keamanan yang nyata bagi jalur pelayaran internasional di perairan tersebut.

Pakar strategi pasar menegaskan bahwa ketergantungan global pada pasokan energi menjadikan sektor ini sebagai instrumen yang paling responsif terhadap isu geopolitik, melansir cnbc.com, Minggu (26/4/2026).

Lonjakan pendapatan diharapkan akan terlihat pada laporan keuangan kuartal kedua bagi perusahaan yang memiliki stok cadangan minyak dalam jumlah besar.

Kesiapan pemerintah dalam melepaskan cadangan strategis nasional menjadi satu-satunya faktor yang diharapkan dapat meredam lonjakan harga yang terlalu ekstrem di pasar ritel.

Terkini