Imbal Hasil Paket C DPLK Syariah Muamalat Tembus 16,77 Persen

Imbal Hasil Paket C DPLK Syariah Muamalat Tembus 16,77 Persen
Ilustrasi investasi emas (FOTO : NET)

JAKARTA – Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat resmi menjadi investor perdana dalam instrumen investasi exchange-traded fund (ETF) berbasis emas, yakni Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD), yang diluncurkan oleh PT Indo Premier Investment Management.

Instrumen ETF emas XGLD tersebut resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus 2026, yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-49 Pasar Modal Indonesia.

Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan menyampaikan bahwa tren investasi dana pensiun saat ini mengalami pertumbuhan yang positif. Hal tersebut memberikan efek langsung yang menguntungkan terhadap portofolio keuangan milik para peserta, baik dari kalangan nasabah korporasi maupun perorangan.

Aznovri menerangkan, kinerja yang sangat baik diperlihatkan oleh tiga paket investasi yang dikelola DPLK Syariah Muamalat sampai Juli 2026, meskipun situasi perekonomian global berada dalam kondisi yang tidak menentu.

Dari ketiga paket investasi yang seluruhnya berprinsip syariah tersebut, hasil imbalan tahunan paling tinggi dicatatkan oleh Paket C yang berisi instrumen pasar uang, reksadana, dan saham syariah dengan angka mencapai 16,77%.

Sementara itu, Paket A yang berisikan instrumen pasar uang syariah membukukan return 6,24%, lalu diikuti oleh Paket B yang mengombinasikan instrumen pasar uang serta pendapatan tetap syariah dengan tingkat keuntungan 5,56% dalam kurun satu tahun terakhir.

Aznovri menyebutkan bahwa emas merupakan jenis investasi yang telah dinantikan oleh peserta DPLK Syariah Muamalat yang mendambakan sarana investasi yang tidak cuma dikelola secara penuh berdasarkan syariah, melainkan juga sanggup mendatangkan imbal hasil yang memuaskan.

"Masuknya DPLK Syariah Muamalat sebagai investor pertama ETF Emas ini menunjukkan ketanggapan DPLK Syariah Muamalat terhadap aspirasi peserta yang menginginkan masa pensiun yang berkah dan sejahtera," ujar Aznovri dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Langkah ini menjadikan penempatan pada emas via XGLD sebagai bagian dari strategi investasi DPLK Syariah Muamalat, utamanya untuk Paket C yang ditujukan bagi profil risiko tergolong tinggi.

Beriringan dengan perolehan hasil investasi DPLK Syariah Muamalat, jumlah entitas perusahaan yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun pekerjanya kepada DPLK Syariah Muamalat pun terus mengalami peningkatan pesat.

Hingga Juli 2026, DPLK Syariah Muamalat tercatat telah menjalin kemitraan dengan 971 perusahaan, atau mengalami penambahan sebanyak 87 perusahaan baru dalam periode satu tahun belakangan. Kenaikan tersebut menjadi yang paling masif apabila dibandingkan dengan tahun-tahun terdahulu, sejalan dengan gencar dilakukannya edukasi literasi keuangan syariah serta investasi pensiun oleh DPLK Syariah Muamalat.

Kenaikan juga tercatat dari kanal peserta perseorangan yang didominasi oleh publik luas, dengan angka menembus lebih dari 125 ribu peserta hingga Juli 2026.

Pertumbuhan jumlah kepesertaan yang pesat ini mendorong nilai aset kelolaan DPLK Syariah Muamalat menembus angka Rp 2 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 12% bila dibandingkan dengan rentang waktu yang sama pada tahun sebelumnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index