JAKARTA – Harga Bitcoin berpeluang kembali menguat menuju level US$100.000 pada akhir 2026.
Membaiknya kondisi likuiditas setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) meningkatkan dukungan terhadap pasar obligasi dinilai Analis Standard Chartered Geoff Kendrick dapat menjadi katalis positif bagi aset kripto tersebut.
Dalam catatan kepada klien, Kendrick menyebut US$65.500 sebagai level teknikal penting Bitcoin.
Jika harga mampu menembus level tersebut, kondisi itu berpotensi menjadi sinyal bahwa titik terendah siklus Bitcoin telah tercapai.
"Investor seharusnya mulai memposisikan diri untuk pergerakan menuju US$100.000 pada akhir 2026," tulis Kendrick sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurut Kendrick, prospek Bitcoin tidak hanya ditopang oleh pola siklus empat tahunan aset kripto tersebut.
Kebijakan terbaru Departemen Keuangan AS atau US Treasury yang meningkatkan dukungan likuiditas terhadap obligasi pemerintah bertenor panjang turut menjadi sorotannya.
Pada Rabu (19/8), Departemen Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan setidaknya dua kali lipat nilai maksimum program pembelian kembali atau buyback untuk surat utang pemerintah AS bertenor panjang.
Ukuran maksimum operasi buyback untuk surat utang tenor 10-20 tahun dan 20-30 tahun akan dinaikkan dari US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi, yang berlaku mulai 9 September hingga 4 November 2026.
Pengumuman tersebut mendorong penurunan imbal hasil atau yield obligasi Treasury bertenor panjang dan meredakan sebagian tekanan yang sebelumnya melanda pasar keuangan global akibat aksi jual obligasi.
Kendrick menilai kebijakan tersebut menjadi katalis yang menguntungkan bagi Bitcoin.
"Pengumuman Treasury pada Rabu adalah persis jenis kebijakan yang disukai Bitcoin," tulisnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Intervensi pemerintah yang meningkatkan likuiditas secara historis cenderung memberikan keuntungan bagi Bitcoin.
Di samping itu, pasokan Bitcoin yang terbatas membuat aset tersebut dinilai lebih tahan terhadap risiko pelemahan nilai mata uang akibat ekspansi likuiditas.
Prospek tersebut mulai terlihat dari pergerakan harga Bitcoin saat ini. Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin melonjak lebih dari 6% hingga mendekati US$69.000 pada perdagangan Rabu pagi waktu AS.
Pencapaian level tersebut menjadi harga tertinggi Bitcoin sejak awal Juni 2026.
Kendrick sebelumnya juga menilai dinamika siklus empat tahunan Bitcoin mengindikasikan bahwa aset kripto tersebut semakin dekat dengan titik terendah siklus.
Peluang terbuka bagi Bitcoin untuk melanjutkan reli hingga US$100.000 pada akhir 2026 jika mampu bertahan di atas level US$65.500 dan momentum likuiditas terus membaik.
Mengutip data CoinMarketCap pada Kamis (20/8/2026) pukul 10.43 WIB, harga Bitcoin berada di level US$69.059, atau menguat 7,40% dalam 24 jam terakhir.