Beli 500.000 Saham ASII, Direksi Astra Potensi Rugi Rp 12,5 Juta

Beli 500.000 Saham ASII, Direksi Astra Potensi Rugi Rp 12,5 Juta
Ilustrasi astra international (FOTO : NET)

JAKARTA – Direksi PT Astra International Tbk (ASII), Djap Tet Fa, menambah kepemilikan sahamnya pada perusahaan tersebut. Namun, harga saham ASII melemah usai transaksi itu sehingga Djap Tet Fa mencatatkan potensi kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss) lebih dari Rp 12 juta.

Melalui laporan perubahan porsi saham ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Djap Tet Fa memborong 500.000 saham ASII pada 12 Agustus 2026.

Pembelian tidak langsung itu mengeksekusi patokan harga Rp4.825 per unit saham. Oleh karena itu, total nilai transaksi tersebut menembus kisaran Rp2,41 miliar.

Langkah pengambilalihan saham ini direalisasikan guna keperluan investasi.

Usai eksekusi transaksi, porsi saham milik Djap Tet Fa di Astra International membengkak dari 3 juta saham menjadi 3,5 juta saham.

Tingkat hak suara yang dipegangnya turut melonjak dari 0,0074% menjadi 0,0086%.

Djap Tet Fa menjabat dalam jajaran direksi Astra International. Pada berkas keterbukaan tersebut, dirinya tidak terdaftar sebagai pemegang kendali serta tidak berniat mempertahankan kontrol terhadap korporasi.

Di lantai bursa, pergerakan saham ASII justru tertekan usai dilakukannya aksi beli tersebut.

Dalam penutupan bursa Kamis (13/8/2026), saham ASII terkoreksi Rp60 atau 1,23% dari sesi sebelumnya ke posisi Rp4.800 per unit.

Mengacu pada harga pasar tersebut, deretan saham yang baru dikoleksi Djap Tet Fa posisinya berada di bawah nilai beli awal.

Jarak antara harga pembelian dan nilai penutupan pasar mencapai Rp25 per unit saham.

Apabila dikalkulasikan terhadap 500.000 saham yang diakuisisi, kalkulasi potensi kerugian belum terealisasi mencapai Rp12,5 juta.

Formulasi perhitungan tersebut bersumber dari: (Rp4.825 - Rp4.800) × 500.000 saham = Rp12,5 juta.

Prospek kerugian ini sepenuhnya masih berstatus unrealized loss lantaran Djap Tet Fa belum melepas saham yang diinvestasikannya. Kepastian nilai keuntungan maupun kerugian sebenarnya baru bisa dipastikan sewaktu saham tersebut resmi dijual.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index