JAKARTA – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk saham-saham anggota indeks LQ45 pada 11 Agustus 2026 diwarnai pelemahan luas di kedua kelompok.
Total nilai transaksi bursa turun menjadi Rp14,5 triliun dari Rp18,2 triliun sehari sebelumnya.
Investor asing berbalik net jual, baik dari sisi volume (714,0 juta saham) maupun nilai (Rp687,8 miliar), setelah net beli besar pada perdagangan sebelumnya.
Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya.
Rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.
Tak satu pun saham di kelompok PER terendah yang menguat, seluruh sepuluh nama kompak melemah.
PT Hartadinata Abadi (HRTA) jadi penurun terbesar, 5,45%, jauh di depan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) yang turun 2,74% dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN) yang melemah 2,02%.
PT Darma Henwa (DEWA) anjlok 6,75%, penurunan terbesar di antara seluruh 20 saham gabungan.
PT Bumi Resources (BUMI) turut terkoreksi dalam, 4,81%, disusul PT Merdeka Copper Gold (MDKA) yang turun 3,95% dan PT Indika Energy (INDY) yang melemah 3,83%.
PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) jadi satu-satunya yang menguat di kelompok ini, naik 1,41%, sementara PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) tetap memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, 0,35 kali.