JAKARTA – Saham-saham Inggris diperdagangkan lebih tinggi pada Selasa setelah Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyampaikan kepada Bloomberg bahwa AS dan Iran hampir mencapai "semacam kesepakatan," memberi indikasi paling jelas hingga saat ini mengenai potensi mencairnya hubungan setelah mengalami kebuntuan berbulan-bulan.
Hingga pukul 16:00 WIB, FTSE 100 mengalami kenaikan 0,15%. Indeks DAX Jerman turut berbalik ke zona positif dengan naik 0,19%, sedangkan CAC 40 Prancis menguat tipis ke 0,04%, dan Poundsterling mengalami penurunan 0,04% pada posisi 1,3500.
"Situasi kembali mengarah pada tercapainya pengaturan damai atau kesepakatan," kata Asif, menambahkan bahwa "sinyal dalam dua tiga hari terakhir menunjukkan kami sudah dekat dengan semacam kesepakatan," sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pada waktu terpisah, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Raza Naqvi sampai di Teheran guna melangsungkan pembicaraan, seperti dilaporkan oleh kantor berita MEHR Iran, sebagai rangkaian perantara yang tengah berjalan oleh Pakistan, Oman, dan Qatar.
Di bagian lain wilayah tersebut, tingkat kekerasan terus menguji kondisi yang terbilang rapuh. UKMTO melaporkan sebuah kapal kargo dihantam "proyektil tak dikenal" di kawasan dekat Selat Bab el-Mandeb di lepas pantai Yaman hingga memakan korban jiwa; perusahaan maritim Yunani Marisks mengonfirmasi kapal milik Arab Saudi tersambar rudal di lokasi serupa, serta menyebutkan tiga awak kapal meninggal dunia.
Pemberontak Houthi yang disokong Iran turut memperbarui gempuran ke pelabuhan Mokha dan wilayah provinsi Marib di Yaman, yang memicu kekhawatiran meluasnya bentrokan perang saudara sekaligus ancaman baru bagi perlintasan Laut Merah sebagai alternatif dari Selat Hormuz yang masih tertutup.
Di wilayah Lebanon, gempuran Israel mengakibatkan dua orang melayang cidera dan merusakkan unit ambulans di Nabatieh, berdasarkan keterangan kementerian kesehatan yang mengecam tindakan penargetan berlanjut atas tim penyelamat.
Mohit Kumar dari pihak Jefferies memberikan catatan pada Selasa bahwa harapan terciptanya kesepakatan sempat meredup per Senin, mengingat Iran menuntut penghentian blokade serta ganti rugi di tengah tuntutan balasan Trump yang terbilang luas; Jefferies memperkirakan bakal tercipta "semacam kesepakatan kompromi" ketimbang hasil akhir yang permanen, serta tetap mengambil sikap hati-hati terhadap suku bunga sembari mempertahankan arah ekuitas yang bullish di sektor teknologi maupun keuangan.
Sinyal paling terang mengenai seberapa serius Washington merespons ancaman Iran terlihat pada Selasa, saat Washington Post memberitakan bahwa Presiden AS Donald Trump memanfaatkan trik taktik pengalih perhatian guna meninggalkan Turki pada 08/07 seusai menghadiri agenda KTT NATO, berpindah secara rahasia memakai truk katering ke pesawat C-32A bertubuh lebih kecil di tengah hal yang dilabeli seorang pejabat AS sebagai "ancaman yang kredibel" dari pihak Iran.
Unit pesawat Air Force One yang asli tetap mengudara sebagai pengecoh, mengangkut rombongan jurnalis serta bagian staf Gedung Putih yang mengira mereka tengah mengudara mendampingi presiden.
Juru bicara Gedung Putih menyampaikan pembelaan atas operasi penyamaran tersebut, dengan menekankan bahwa "ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan setiap alat yang kami miliki untuk mengatasi ancaman-ancaman tersebut," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Laju pertumbuhan penjualan ritel Inggris melambat secara tajam pada Juli, di mana perolehan total penjualan cuma tumbuh 1,3% secara tahunan dibandingkan capaian 2,5% pada periode setahun sebelumnya dan berada di bawah angka rata-rata 12 bulan setinggi 1,8%, mengutip data rilis BRC-KPMG. Penjualan barang makanan terangkat 3,8%, terdongkrak oleh momen penutup Piala Dunia, sedangkan kategori non-makanan terkoreksi turun 0,7%.
"Permintaan konsumen mengalami tekanan di tengah cuaca panas, membuat para peritel menghadapi awal yang menantang di paruh kedua tahun ini," kata Helen Dickinson, kepala eksekutif British Retail Consortium, menambahkan bahwa "anggaran rumah tangga tetap tertekan" dan mendesak pemerintah untuk memangkas tarif bisnis serta biaya regulasi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kepala eksekutif IGD Sarah Bradbury mengungkapkan bahwa tekanan kian terasa berat di seluruh lini rantai pasokan pangan sebagai dampak dari konflik Timur Tengah serta kondisi cuaca panas, yang menyimpan potensi memicu mahalnya biaya pangan menjelang tibanya musim gugur.
Komoditas minyak mentah Brent memangkas tren kenaikan sebelumnya, kini menguat 0,43% menuju level $88,10 per barel, di saat WTI AS bertambah 0,61% mencapai angka $82,62. Perdagangan kontrak berjangka emas naik 0,73% ke posisi $4.451,87, dan emas spot menguat tipis 0,08% ke kisaran $4.393,98.