TLKM Melemah 1,48 Persen, Telkom Siapkan RUPSLB Pemisahan Usaha TIF

TLKM Melemah 1,48 Persen, Telkom Siapkan RUPSLB Pemisahan Usaha TIF
Ilustrasi saham tlkm (FOTO : NET)

JAKARTA – Pergerakan saham TLKM membalikkan sebagian besar kenaikan yang diraih pada hari Jumat lalu. Perseroan dijadwalkan akan menggelar RUPS pada bulan September mendatang.

Batas penurunan saham ini masih ditahan oleh garis tren yang mengarah naik. Menuju akhir perdagangan Senin ini, TLKM bergerak merosot 1,48% di level 2.670 dari penutupan Jumat. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sempat dibuka melambung dengan gap naik di 2.720, sebelum akhirnya melorot ke posisi terendah harian di 2.660. Kelesuan tersebut sekaligus mengikis mayoritas penguatan yang dicapai pada Jumat. Pengumuman RUPS yang disampaikan melalui keterbukaan informasi seusai penutupan bursa Jumat pekan lalu pun belum mampu memicu dorongan positif bagi saham ini.

Pelemahan TLKM berlangsung di tengah tren negatif yang melingkupi saham-saham di Indonesia, sebagaimana tercermin pada penurunan IHSG walau sempat menyentuh rekor tertinggi baru bulanan di 6.462.73 menyusul rilis data Keyakinan Konsumen Indonesia Juli 2026 yang terkoreksi ke 116,8 dari posisi 117,8 sebelumnya. Walau begitu, angkanya tetap bertahan pada area optimis karena berada di atas threshold 100, sebagaimana diinformasikan oleh Bank Indonesia sebelumnya hari ini.

Perseroan akan Adakan RUPS secara Daring

Perseroan bakal menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa secara online pada tanggal 30 September 2026. Berdasarkan informasi dalam keterbukaan informasi, Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang memiliki hak untuk mengikuti RUPS tersebut jatuh pada 7 September 2026. Salah satu pokok pembahasan utama RUPS ini adalah agenda pemisahan Segmen Usaha Wholesale Fiber Connectivity Tahap 2.

Melalui keterangan yang terpisah, perseroan menyampaikan rencana pengalihan dan pemisahan Segmen Usaha Wholesale Fiber Connectivity Tahap 2. Perseroan bakal mengalihkan aktiva beserta pasiva dari segmen usaha tersebut kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) dengan nilai berkisar Rp49,86 triliun. TIF merupakan entitas anak perusahaan yang sebanyak 99,9% porsi sahamnya dikuasai oleh perseroan. Apabila memperoleh persetujuan, proses penandatanganan akta pemisahan bakal dilaksanakan pada 30 September 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index