JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, berhasil meraih pendapatan sebesar US$ 5,34 miliar atau sekitar Rp 95,5 triliun sepanjang semester I-2026. Perolehan tersebut melompat 83,5% jika dibandingkan dengan US$ 2,91 miliar pada enam bulan pertama tahun 2025.
Dalam laporan keuangan semester I-2026, laba sebelum pajak Chandra Asri Pacific tercatat US$ 433,95 juta atau berkisar Rp 7,7 triliun. Angka ini berbeda dari periode yang sama tahun 2025 ketika TPIA mencetak laba sebelum pajak US$ 1,57 miliar karena disokong keuntungan pembelian dengan diskon mencapai US$ 1,77 miliar.
Selama enam bulan pertama tahun ini, Chandra Asri Pacific memperoleh laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 283,23 juta atau di kisaran Rp 5 triliun. Hingga 30 Juni 2026, total aset TPIA tercatat mencapai US$ 13,76 miliar dengan liabilitas sebesar US$ 8,8 miliar.
Pihak manajemen TPIA dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kukan pendapatan sebesar US$ 5,3 miliar, EBITDA sebesar US$ 802,6 juta, dan laba bersih konsolidasian sebesar US$ 371,2 juta (sekitar Rp 6,6 triliun) pada semester pertama 2026.
Capaian kinerja ini didukung oleh ketahanan platform terintegrasi Grup TPIA pada sektor energi, kimia, dan infrastruktur, disiplin eksekusi operasional, serta keberhasilan integrasi aset strategis.
Chandra Asri Group juga memperkuat struktur permodalannya melalui peningkatan kepemilikan saham free float menjadi 25,7% dan penyelesaian penerbitan tahap akhir Obligasi Berkelanjutan V senilai Rp 6 triliun dengan oversubscription guna meningkatkan fleksibilitas keuangan, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memperluas jangkauan investor.
Hasil tersebut membuktikan kapasitas berkelanjutan Chandra Asri Group dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.