Widodo Makmur Perkasa Bidik Dana Rights Issue Hingga Rp 635,45 Miliar

Widodo Makmur Perkasa Bidik Dana Rights Issue Hingga Rp 635,45 Miliar
Ilustrasi PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (FOTO: NET)

JAKARTA – PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), emiten yang bergerak di bidang produsen barang konsumsi dan komoditas agrikultur, berencana melaksanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) I atau rights issue.

Merujuk pada keterbukaan informasi, WMPP bersiap melepas sebanyak-banyaknya 8,47 miliar lembar saham baru. Jumlah tersebut sebanding dengan kisaran 22,36% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh usai pelaksanaan rights issue.

Setiap saham memiliki nilai nominal sebesar Rp 100 dengan rentang harga penawaran Rp 50 sampai Rp 75 per saham. Melalui aksi korporasi ini, WMPP berpeluang mengantongi dana segar hingga mencapai Rp 635,45 miliar.

Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, pemilik 125 saham lama yang terdaftar pada 12 Oktober 2026 mempunyai hak untuk mendapatkan 36 HMETD. Setiap satu HMETD memberi hak kepada pemegangnya untuk menebus satu saham baru sesuai harga eksekusi yang telah disepakati.

Tumiyana selaku pemegang saham pengendali WMPP mengonfirmasi akan menggunakannya sebagian haknya lewat skema konversi utang dengan nilai maksimal Rp 83,15 miliar. Di samping itu, Tumiyana pun bakal mengalihkan sebagian HMETD milik dialihkan kepada Warsini bernilai setinggi-tingginya Rp 100,82 miliar.

Apabila sisa saham masih ada dan tidak diserap oleh pemegang HMETD, maka Advance Opportunities Fund beserta Advance Opportunities Fund I bersiap menjadi pembeli siaga memanfaatkan mekanisme konversi tagihan kepada WMPP.

"Dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD I setelah dikurangi dengan biaya-biaya terkait pelaksanaan PMHMETD I akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung kegiatan operasional usaha Perseroan," tulis manajemen WMPP sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Manajemen WMPP turut menegaskan jika perolehan dana dari rights issue belum dapat memenuhi kebutuhan modal kerja, pihak perseroan bakal memakai kas internal guna menopang operasional agar target bisnis tetap tercapai.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index