ELPI Rampungkan Rights Issue dan Himpun Dana Rp739,34 Miliar

ELPI Rampungkan Rights Issue dan Himpun Dana Rp739,34 Miliar
Ilustrasi PT Pelayaran Nasional (sumber foto : NET)

JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) telah merampungkan seluruh proses Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I). Lewat aksi korporasi ini, ELPI sukses mengumpulkan dana hingga Rp739,34 miliar.

Dalam masa perdagangan HMETD yang berlangsung pada 10–16 Juli 2026, sebanyak 99,90% saham yang ditawarkan berhasil terserap investor.

Selanjutnya, sisa saham terserap sepenuhnya melalui alokasi pemesanan tambahan (pooling) pada 21 Juli 2026 dengan tingkat oversubscription mencapai 39,79 kali. Atas kelebihan pemesanan tersebut, ELPI telah melakukan pengembalian dana kepada investor pada 23 Juli 2026.

Direktur Utama ELPI Eka Taniputra menyatakan bahwa keberhasilan PMHMETD I menjadi milestone berharga bagi perusahaan untuk memperkuat modal dan menopang rencana pertumbuhan jangka panjang.

“Dukungan yang diberikan para pemegang saham dan investor mencerminkan keyakinan terhadap fundamental usaha serta prospek bisnis ELPI di masa mendatang,” ungkap Eka, dalam keterangannya, Senin (27/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berbekal struktur permodalan yang kian solid, ELPI akan mengakselerasi berbagai rencana strategis, mulai dari ekspansi armada, diversifikasi bisnis, hingga peningkatan kapasitas operasional.

Bersamaan dengan agenda tersebut, Manajemen menyambut positif masuknya PT GMT Kapital Asia sebagai pemegang saham baru ELPI dengan porsi kepemilikan 18,85% usai tuntasnya PMHMETD I.

Bergabungnya PT GMT Kapital Asia dipandang akan makin memperkokoh struktur pemegang saham Perseroan sekaligus menciptakan peluang kerja sama untuk mendorong ekspansi bisnis ELPI.

Di sisi lain, Direktur Keuangan ELPI, Efilya Kusumadewi, memaparkan bahwa perolehan dana Rp739,34 miliar dari PMHMETD I akan dialokasikan untuk membiayai berbagai agenda investasi dan pengembangan bisnis Perseroan.

Secara rinci, sebesar 27,75% dialokasikan bagi pembuatan 4 kapal baru yang mencakup 3 kapal Fast Crew Boat (FCB) dan 1 kapal Multipurpose Tug, sebesar 9,74% untuk pembuatan kapal demi memenuhi kontrak bersama PT Layar Nusantara Gas pada proyek Floating Liquefied Natural Gas (FLNG), serta sebesar 25,70% disuntikkan sebagai penyertaan modal pada perusahaan joint venture di sektor pelayaran dan logistik.

“Kemudian sebesar 16,00% untuk peningkatan modal pada PT ELPI Trans Cargo, dan sebesar 20,57% untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan biaya operasional kapal Perseroan maupun PT Ekalya Purnamasari Offshore sebagai entitas anak Perseroan,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Setelah penyelesaian PMHMETD I, susunan pemegang saham ELPI mengalami perubahan, dengan PT GMT Kapital Asia menggenggam 18,85%, PT Kreasi Cipta Timur sebesar 64,10%, Tan Christian Taniputra sebesar 1,89%, Eka Taniputra sebesar 0,07%, dan kepemilikan publik sebesar 15%.

"Dengan struktur permodalan yang semakin kuat serta dukungan komposisi pemegang saham yang semakin solid, Perseroan optimistis mampu mempercepat realisasi pengembangan usaha, memperluas peluang bisnis, dan memperkuat daya saing guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, tutup Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index