PTRO Borong 19,88 Persen Saham SINI, Intip Profil dan Kinerjanya

PTRO Borong 19,88 Persen Saham SINI, Intip Profil dan Kinerjanya
Ilustrasi Saham SINI (sumber foto : NET)

JAKARTA – Saham PT Singaraja Putra Tbk (BEI: SINI) saat ini menjadi perhatian investor retail setelah porsi kepemilikannya diborong oleh PT Petrosea Tbk (PTRO). Perseroan yang sebelumnya dikenal sebagai pengembang properti kini tengah gencar melakukan transformasi bisnis.

Langkah penguatan di sektor pertambangan batubara ini ditempuh SINI melalui serangkaian aksi korporasi, termasuk akuisisi serta rights issue bernilai triliunan rupiah.

PT Petrosea Tbk (PTRO) meningkatkan porsi investasinya dengan membeli 239,11 juta saham SINI pada harga Rp5.000 per saham pada 23 Juli 2026. Melalui transaksi tersebut, kepemilikan PTRO naik menjadi 239,11 juta saham atau setara 19,88%, dari yang sebelumnya hanya sekitar 0,25%.

Aksi ini memperkuat sinergi bisnis antara kedua perusahaan, terutama dalam proyek jasa pertambangan. Pergerakan saham SINI sendiri tercatat naik 29,44% dalam sepekan terakhir ke level Rp7.475/saham berdasarkan data perdagangan Senin (27/7).

PT Singaraja Putra Tbk dengan kode saham SINI resmi mencatatkan sahamnya di bursa melalui IPO pada tahun 2020. Berkantor pusat di Samarinda, Kalimantan Timur, emiten ini awalnya bergerak di sektor Properti dan Real Estat sebelum bertransformasi ke sektor pertambangan.

Secara historis, SINI berfokus pada sektor properti di Kalimantan Timur dengan cakupan pengembangan kawasan perumahan, ruko, properti komersial, land bank, hingga investasi properti. Namun, dalam beberapa tahun terakhir perseroan mulai mengalihkan fokus bisnisnya ke sektor sumber daya alam melalui investasi pada perusahaan tambang batubara.

Arah bisnis baru ini semakin diperkuat oleh masuknya Grup Petrindo sebagai investor strategis serta akuisisi berbagai aset pertambangan.

Hubungan kerja sama antara SINI dan PTRO sebenarnya telah terjalin sebelum PTRO resmi menjadi salah satu pemegang saham utama. Pada Agustus 2024, Petrosea telah mengamankan kontrak jasa pertambangan dari anak usaha SINI, yaitu PT Pasir Bara Prima (PBP).

Nilai kontrak tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp17,4 triliun (sekitar US$1,08 miliar) selama umur tambang (life of mine). Pekerjaan tersebut mencakup pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal), produksi batubara, hingga pembangunan infrastruktur jalan tambang di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Dengan masuknya PTRO yang menggenggam hampir 20% saham SINI, kolaborasi operasional kedua pihak diperkirakan bakal terjalin semakin erat.

Pada Juli 2026, SINI mengumumkan sejumlah aksi korporasi besar, di antaranya rights issue senilai sekitar Rp3,6 triliun dan akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) sebesar Rp1,73 triliun. Selain itu, beberapa investor strategis turut bergabung, termasuk PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Autum Prima Indonesia, Ever Grace International Trading Limited, dan PT Deli Indonesia Raya.

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari transformasi perseroan menuju perusahaan yang memiliki eksposur lebih besar di sektor energi dan pertambangan.

Pendapatan SINI saat ini masih bersumber dari kombinasi bisnis properti serta kontribusi entitas anak. SINI berhasil mencatatkan kinerja yang jauh lebih baik pada kuartal I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp8,6 miliar, berbalik dari rugi Rp11,0 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih per saham (EPS) juga meningkat menjadi Rp17,95 per lembar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh lonjakan pendapatan sebesar 178,9% secara tahunan (YoY) menjadi Rp273,9 miliar dibandingkan Rp98,2 miliar pada kuartal I-2025.

Laba kotor perseroan turut meningkat menjadi Rp58,9 miliar dari Rp23,9 miliar, sedangkan EBITDA melonjak ke angka Rp32,5 miliar dibandingkan hanya Rp3,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index