JAKARTA – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI akhirnya mencatatkan net buy dari investor asing sebesar Rp 43,43 miliar pada pekan 20-24 Juli 2026.
Kondisi tersebut terjadi setelah saham BBRI terus mengalami net sell asing secara mingguan dalam beberapa pekan sebelumnya. Adapun saham BBRI terakhir kali mencetak net buy asing secara mingguan pada periode 4-8 Mei 2026.
Saham BBRI berhasil membalikkan keadaan. Bahkan, saham Bank Rakyat Indonesia tersebut mengantongi net buy asing Rp 131,5 miliar dengan harga saham ditutup pada level Rp 2.960 pada perdagangan Jumat (24/7/2026).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan entitas anak meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik senilai Rp 15,5 triliun pada kuartal I-2026, atau melesat 14% secara tahunan (year on year/yoy).
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menerbitkan pembaruan mengenai kinerja BBRI pada kuartal I-2026. Broker efek itu menilai kinerja BBRI 1Q26 in-line dengan quality yang sehat, NIM resilient meski CoF pressure, CoC turun signifikan, serta wholesale-driven growth compensate consumer weakness.
“Story utama (dari BBRI) shift growth engine dari micro/consumer ke corporate/commercial. Proteksi asset quality tapi berpotensi tekan margin jangka panjang (corporate loan yield lebih rendah),” tulis BRIDS dalam catatannya, Jumat (24/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
BRIDS mengungkapkan bahwa PBV BBRI 1,4x untuk ROE 18%+ dan dividend yield 10-12% merupakan sebuah anomali historis besar. “Pasar pricing-in skenario bearish yang belum terjadi,” sebut BRIDS sebagaimana dilansir dari berita sumber.
“Dividend yield 10-12% mendekati return SBN, jadi setiap koreksi harga saham sama dengan yield naik lebih menarik,” pungkas BRIDS sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sementara itu, untuk tahun buku 2025, Bank Rakyat Indonesia membagikan total dividen Rp 52,10 triliun atau Rp 345 per saham. Angka ini terdiri atas dividen interim Rp 20,63 triliun atau Rp 137 per saham serta dividen final Rp 31,47 triliun atau Rp 209 per saham.