IHSG Menguat ke Level 6.320: Saham HRTA, EMTK dan INCO Melaju 0,02 Persen

IHSG Menguat ke Level 6.320: Saham HRTA, EMTK dan INCO Melaju 0,02 Persen
Ilusrasi saham indonesia (FOTO: NET)

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka naik pada perdagangan hari ini, Rabu (5/8/2026). Sejumlah saham seperti HRTA, EMTK, hingga INCO tercatat merangkak naik pada awal pembukaan.

Merujuk pada data BEI pukul 09.02 WIB, IHSG dibuka terangkat 0,02% menuju level 6.320,71. Dari ratusan emiten, terdapat 297 saham menguat, 165 saham melemah, dan 501 saham stagnan.

Dari jajaran saham LQ45, kenaikan harga saham dipimpin oleh PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) yang naik 2,37% menjadi Rp1.945, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) terangkat 1,89% ke Rp540, dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) bertambah 1,82% ke level Rp5.600.

Pergerakan serupa dialami PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang terangkat 1,73% ke Rp2.940, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) bertambah 1,48% ke Rp1.030, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) menguat 1,13% ke Rp1.340.

Di sisi lain, penurunan harga saham dialami PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang terkoreksi 3,28% ke Rp1.325, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) merosot 1,40% ke Rp1.755, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tergerus 1,09% ke Rp3.620.

Kondisi senada juga terjadi pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 1,08% ke Rp2.760, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) melemah 1,03% ke Rp2.880, dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) tertekan 0,94% ke level Rp23.775.

Tim riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang menguji level resistance 6.370 sampai 6.400, dengan titik pivot di 6.300 dan support pada posisi 6.250.

"Investor akan menantikan data pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga IHSG akan uji resistance, di level 6.370 -6.400," tulis tim riset Phintraco, Rabu (5/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pendorong utama pergerakan pasar hari ini bersumber dari rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2026. Konsensus pasar memperkirakan laju ekonomi melambat menjadi sekitar 5,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan 5,61% pada kuartal I/2026.

Proyeksi tersebut sejalan dengan hasil survei BIG Consensus Insights yang dirilis DataIndonesia, bagian dari riset Bisnis Indonesia Group (BIG). Berdasarkan survei pada 14 ekonom dan analis, median proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2026 berada pada tingkat 5,09% YoY dan 3,49% secara kuartalan (QoQ).

Capaian angka tersebut menandakan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di atas level 5%, walaupun bergerak lebih landai dari capaian 5,61% YoY pada kuartal I/2026. Sementara itu, secara kuartalan pertumbuhan ekonomi diperkirakan menguat dibanding penurunan 0,77% QoQ pada periode kuartal sebelumnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index