Win dan Co Group Rampungkan Rights Issue 1,28 Triliun Rupiah

Win dan Co Group Rampungkan Rights Issue 1,28 Triliun Rupiah
Ilustrasi wahana interfood (sumber foto : NET)

JAKARTA – PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO) atau Win&Co Group telah menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas (PUT) III atau rights issue bernilai Rp1,28 triliun.

Setelah menyelesaikan aksi korporasi ini, perseroan bersiap menyelesaikan rencana akuisisi PT Sari Murni Abadi (Momogi Group) guna mendukung transformasi menjadi perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG) tingkat regional.

Sugianto Soenario selaku Direktur Utama Win&Co Group menyampaikan bahwa rights issue ini mendapat respons positif dari investor dan pemegang saham.

Seluruh saham yang ditawarkan terserap penuh, di mana pelaksanaan hak oleh pemegang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) mencapai sekitar 95%, serta sisa saham yang tersedia mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,65 kali.

"Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan para pemegang saham dan investor pada Penawaran Umum Terbatas ini. Antusiasme ini kami maknai bukan sekadar dukungan atas aksi korporasi, melainkan keyakinan terhadap arah strategis perseroan," ujar Sugianto dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada pelaksanaan rights issue ini, COCO menawarkan maksimal 10,68 miliar saham baru seharga Rp120 per saham, dengan potensi himpunan dana mencapai Rp1,28 triliun.

Masa pelaksanaan rights issue ini berlangsung sejak 14 hingga 21 Juli 2026.

Pihak perseroan menyebutkan bahwa sekitar 92% dana hasil rights issue dialokasikan bagi ekspansi dan investasi usaha, utamanya untuk mendanai akuisisi PT Sari Murni Abadi (Momogi Group).

Adapun sisa dana sekitar 8% diperuntukkan bagi modal kerja operasional, seperti pembelian bahan baku, pengemasan, pemasaran, hingga riset dan pengembangan produk.

Sugianto menilai akuisisi Momogi Group menjadi pijakan krusial dalam mentransformasi COCO dari produsen bahan baku kakao menjadi entitas FMCG berjangkauan regional.

Melalui skema transaksi ini, perseroan turut mendapatkan akses menuju jaringan Bibica Corporation di Vietnam, yang tergolong sebagai salah satu pasar konsumen bertumbuh pesat di Asia Tenggara.

Sugianto menegaskan perseroan bakal menjalankan langkah transformasi tersebut secara cermat dengan mengedepankan tata kelola serta manajemen risiko.

"Kami akan mengeksekusi transformasi perseroan menuju platform FMCG regional secara prudent dengan prinsip kehati-hatian, tata kelola risiko, dan bertanggung jawab demi menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping menyelesaikan akuisisi Momogi Group, perseroan berencana memperkuat lini bisnis utama cokelat melalui merek Schoko, D'Lanier, dan Winfil.

Produk-produk tersebut diproyeksikan menembus pasar Vietnam memanfaatkan jaringan Bibica Corporation, sekaligus mengoptimalkan sinergi antarunit usaha di dalam grup

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index